Ngomongin soal EQ atau kecerdasan emosional, aku jadi keinget satu karakter drakor yg menurutku punya EQ yang cukup bagus, jadi mungkin kita bisa sedikit belajar dari doi.
Namanya Hojin dari drakor Can This Love be Translated? (2026)
Kalo berkaca dari teorinya Goleman, EQ itu punya empat komponen
1. Self-awareness
Kemampuan mengenali emosi, kondisi internal, kekuatan, keterbatasan, dan nilai diri
2. Self-management
Kemampuan mengelola emosi, impuls, perilaku, serta tetap adaptif dan termotivasi
3. Social awareness
Kemampuan memahami emosi, kebutuhan, dan perspektif orang lain. Di sini termasuk empathy
4. Relationship management
Kemampuan membangun hubungan, memengaruhi orang, menangani konflik, bekerja sama, dan mengembangkan orang lain
Nah kenapa menurutku si Hojin adalah salah satu karakter film yang bisa dibilang punya EQ bagus?
1. Self-awareness
Menurutku Hojin adalah karakter yang cukup reflektif, dia sadar dan berani jujur sama diri sendiri. Dia tahu dirinya adalah orang yang tertutup, rasional, dan berhati-hati. Dia juga sadar bahwa masa lalunya masih mempengaruhi hidupnya dan bahkan dia juga mengakui bahwa di awal cerita dia masih belum move on sama crushnya
2. Self-management
Ketika Hojin mulai deket sama Muhee, dia masih punya kontrol diri yang bagus dan ga bertindak impulsif terhadap perasaanya. Dia masih memberikan ruang buat dirinya untuk mengenali perasaanya sendiri terhadap Muhee
Dia mengatur responsnya dengan cara:
1. menyadari ada perubahan perasaan
2. mengevaluasi apakah itu benar-benar cinta,
3. mempertimbangkan konteks hubungan mereka,
4. baru bertindak setelah memiliki kejelasan
Bahkan dia juga meminta izin ke Muhee buat menyelesaikan dulu segala unfinished businessnya dengan crush-nya
3. Social Awareness
Hojin cukup peka terhadap kondisi emosional Muhee. Waktu Muhee merasa plin-plan, atau meminta jarak karena rasa insecurenya sendiri, dia menghargai itu semua dan mempertimbangkan apa yang Muhee butuhkan saat itu
4. Relationship Management
Di awal memang Hojin terlihat punya masalah dengan ibunya, tapi setelah kita diberitahu konteksnya, ternyata akarnya berasal dari ibunya sendiri. Dan waktu Hojin akhirnya bertemu ibunya lagi, kesalahpahamannya bisa diselesaikan dengan komunikasi yg cukup baik tanpa ada resentment yang berlarut-larut
Belum lagi tindakan Muhee yang tarik-ulur ga langsung diambil hati, yang ada dia malah mencoba untuk memahami Muhee terlebih dulu, mengkomunikasinnya di momen yang tepat, dan mencari jalan tengah untuk perbedaan tersebut
Ada yang udah nonton? Menurut kalian gimanaa??