nanti deh gue maki-maki anies kalau anies gak becus jadi presiden. gue juga bakal maki-maki ganjar kalau kerjanya gak bener atau bikin program aneh-aneh.
tapi berhubung yang jadi presiden prabowo dan kerjanya lelet banget, gak ngerti skala prioritas, npd, tone deaf, denial, ya yang gue maki-maki prabowo lah. 😭
gua tipe orang yang males sama konflik sebenernya.. tapi ada beberapa moment gua harus berperan antagonis supaya orang itu sadar perilakunya itu ga bagus
Lucu ya, kalau diresapi lagi, ternyata selama ini gue bener-bener sendirian. Gue pikir lingkaran pertemanan gue luas, tempat mengadu gue banyak, dan nama gue cukup diingat. Tapi itu cuma ilusi. Gue cuma kenal banyak orang, bukan punya temen yang bener-bener tempat pulang. Sering banget gue ngerasa deket sama banyak jiwa, saling tukar cerita, tertawa sampai larut, tapi di ujung hari, saat riuh itu reda, gue sadar nggak ada satu pun dari mereka yang sudi jadiin gue prioritas. Not a single person would choose me first. Gue cuma ada saat mereka butuh penengah, pendengar, atau sekadar pengisi kekosongan. Begitu mereka selesai, gue kembali jadi sosok yang terlewatkan. Ternyata emang dari dulu gue tuh nggak pernah penting buat siapa pun wkwk, cuma gue aja yang ke-PDean ngerasa dianggap.
temanan sama orang pembahasan nya cowo terus tuh ternyata nguras energi bjir 😭🤚 di dunia ini masih banyak yang harus di bahas pls, ga selalu tentang cowo 😣
Vokalis Kahitna, Mario Ginanjar, dalam postingan di Threads-nya:
"Kalau memang hutannya sengaja dibakar, semoga pelakunya terbakar juga seluruh harta dan amalannya. Semoga di akhir hidupnya nanti, dadanya penuh dengan asap yang menyesakkan dan menangis kesakitan berharap ada oksigen dari pepohonan terdekat.
Tapi terlambat, pohonnya sudah dia bakar semua..
Saat laut sudah kita kuras dan pohon terakhir sudah kita bakar. Kita baru akan sadar kalo kita ga bisa nafas pake uang."
Lagi berdiri di kereta, sama sekali nggak minta duduk dan anteng aja berdiri melihat pemandangan lewat jendela.
3 ibu-ibu kasak-kusuk di depanku sambil buang muka. Aku nggak ngeh, ya diem aja.
Tiba-tiba salah satu nyeletuk, “Mba hamil?”
Aku jawab, “Enggak, Bu.”
Terus salah satu dari mereka turun dan tempatnya yang kosong ditempatin ibu-ibu lainnya.
Ibu yang baru itu nyolek aku, “Mbanya cacat, apa?”
Aku baru ngeh di tas aku ada tag disabilitas. 😆
Aku jawab, “Saya disabilitas mental, Bu. Tapi saya sudah minum obat, aman.”
Si ibu nyeletuk, “Cacat mental dia.”
Beberapa orang jadi ngelihat ke arah aku.
“Padahal cacat mental nggak usah pakai kartu gitu, kita jadi bingung. Kecuali kakinya atau tangannya nggak ada.”
Aku cuma senyum, nggak menanggapi. Maklum, nggak semua orang paham.
Kemudian ibu satu lagi kepo, “Mba kok bisa dapat kartu itu? Mba-nya kenal orang KAI?”
Aku jawab, “Enggak, Bu. Ini bisa daftar di stasiun mana aja, tapi pengambilannya di stasiun besar.”
Ibu kepo lagi, “Tapi kan mentalnya yang kena, bukan kakinya?”
Aku mulai hela napas. Okey... 😭
“Saya izin menjelaskan ya, Bu. Saya pakai kartu ini bukan untuk biar dikasih duduk. Ini saya pakai kalau saya lagi kambuh di luar, supaya petugas keamanan paham harus bawa saya ke mana, harus ngapain, dan harus berbuat apa.
Tapi kalau ada yang kasih saya duduk, ya Alhamdulillah. Saya nggak perlu menahan rasa sakit kepala saya.”
Ibunya ngangguk-ngangguk, mungkin mulai paham. Yang lainnya juga nyimak.
Aku udah kayak lagi bikin kuliah pagi. 😭
“Mba sakit apa?” kata si bapak yang berdiri.
“Saya bipolar disorder.”
Ibu pertama tadi kaget, “Mba-nya ODGJ gitu?”
Aku ketawa, “ODMK, Bu. Orang dengan gangguan mental. Belum sampai jiwa sih, semoga enggak.”
“Ohhh...” hampir bersamaan dua ibu itu bereaksi.
Terus mereka bisik-bisik, “Tapi sakit begitu ngamuk-ngamuk gitu, nggak?”
Aku nyengir lagi, “Bisa jadi, Bu. Tapi saya kan kontrol psikiater, jadi aman.”
Mereka berdua angguk-angguk lagi.
Berhubung sudah sampai Stasiun Angke, aku izin bye-bye.
Sekian cerita pagi ini. 😭
P.S. Istilah sebenarnya ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan), bukan ODGM. 🤣 Ya ampun, maaf ya, Bu... semoga Ibu nggak googling. 😭😭
Menurut kalian, masih banyak nggak sih orang yang belum paham kalau disabilitas itu nggak selalu kelihatan secara fisik?
aku kayaknya mulai merasakan mentally exhausted karena berita buruk indo deh. mau gak baca berita, tapi jadi sama aja tone deafnya dong kayak pemerintah.
gini bgt wni 💔💔💔
PERHATIAN UNTUK SEMUA PEKERJA‼️
PEKERJA HARUS SIAP - SIAP DENGAN PERUBAHAN ATURAN KETENAGAKERJAAN DI TAHUN 2026⛔️
Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 168/PUU-XXI/2023 (dibacakan 31 Oktober 2024 kemarin) memerintahkan DPR RI dan Pemerintah untuk segera membentuk Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.
Artinya apa? bentar lagi aturan yg biasa kita jalanin bisa saja berubah.
Apa yang Bisa Berubah?
- Aturan kontrak (PKWT)
- Aturan Outsourcing
- Aturan Pengupahan
- Aturan PHK dan pesangon
- Aturan Waktu kerja & istirahat
- Dll.
Apa yg pekerja bisa lakukan untuk menghadapi perubahan itu?
1. Berserikat
2. Update berita ketenagakerjaan
3. Mengikuti Sosialisasi/Webinar yg membahas aturan ketenagakerjaan baru
Please be aware dari sekarang, daripada nanti terkaget-kaget karena cara kerja dunia kerja beda.
kata gw, dukun dukun Kalimatan ngamuk lu semua jir, santetin semua antek Prabowo, matiin mereka dengan cara yang menderita, sama kaya mereka diem tentang kebakaran hutan, rumah, aset, dan lainnya
mau nangis pagi-pagi 😭 maaf ya pak kalau saya udah nethink duluan, soalnya pernah ketemu bapak gojek yang agak ngeselin dan kurang bersyukur.
👱🏼♂️: bapak gojek
🧕🏼: penumpang
👱🏼♂️: “non, mohon maaf sebelumnya, ongkos gojeknya berapa ya?”
🧕🏼: “Rp15.500 pak, kenapa ya pak?” (agak nada kesel karena trauma pernah ketemu gojek yang ngeluh)
terus bapaknya tiba-tiba ngeklik saldo gopay buat dibalikin.
👱🏼♂️: “saya balikin ya saldonya ke gopay non.”
🧕🏼: “maksudnya gimana ya pak? saya kasih cash ke bapak?”
👱🏼♂️: “coba baca di belakang jaket saya.”
gue langsung: 😭😭😭
penasaraan bgt sama seris a shop Of killers, tp gue punya riwayat Mixed anxiety and depressive disorder, tiap nontn di jeda mulu🥺, terpksa g usa lanjutin drpd nyiksa diri sendiri