Seperti biasa, pidato Presiden di DPR kemarin diwarnai ide2 besar dan harapan2 baik. Persoalannya gimana deliverynya, birokrasinya kayak apa. Dua hal ini yang sering kali kedodoran dan menyisakan bertumpuk masalah.
Setuju Presiden berikan rehabilitasi utk Direksi ASDP. Tapi yang bikin galau adalah alasannya yg semata mata berdasarkan aspirasi masyarakat.
Alasan ini kedepannya justru sangat bisa disalahgunakan ....
Kalau kandungan ethanol dalam base fuel yg diimport Pertamina baru diketahui setelah cargo tiba berarti ada yg salah dalam proses importnya. Lazimnya sebelum cargo dikirim ada proses pengujian bersama atau oleh pihak ketiga yg ditunjuk. Bukan setelah tiba.
Proteksi Bahlil atas Pertamina layaknya bumerang. Shell & BP mungkin justru makin berkibar, karena sebagai si bawang putih yg terzalimi akan dapat simpati publik. Atau jadi potret buruk investasi jika akhirnya mereka terpaksa hengkang.
Pertamina tetap jadi si bawang merahnya.
Polemik tentang kelangkaan stock BBM di Shell dan BP ini jelas bikin investor waswas.
Gol bunuh diri lagi? Seperti halnya kebijakan LPG 3kg di awal tahun itu ...
Presiden harus waspada
"Bukan PHK, cuma kontraknya tidak diperpanjang" ; "Bukan 11%, tapi 12% dari DPP yg 11/12 harga belinya" ; "Sudah tapi belum... " dll akhirnya bermuara pada paradoks "Pertumbuhan yang menyengsarakan...."
https://t.co/pOYMWLP7KY
Ditengah sejumlah upaya Prabowo merebut dukungan dari akar rumput kebijakan ESDM soal LPG 3kg ini ibarat gol bunuh diri. Presiden harus waspada.
https://t.co/0Mhewicda9
Download aplikasi https://t.co/ZzKtq5Vdzu:
https://t.co/i6bV8iGhIs