Hujan gerimis lagi, dari balik kaca aku mendapatinya bergemeletuk dengan wajah lautan seolah mereka saling berbicara dalam isyarat πππππππ πππππ πππ πππππππ’π.
2003. T'lah purna segala prasangka, tentang bencana dan kemurungan nan mendera. Siut angin berkata, "Oi, Sahil! Badai bukan kiamat dunia.β
α α
α
α
α α
α α
α
α
α
Seisi semesta saksinya, bagaimana pertaruhan hidup yang menuai baik dan buruk akan selalu saja berhasil dilarung oleh aroma π₯π’π³πͺ ππ’πΆπ΅. Penaka ia tengah mengajariku untuk tabah dan menang di jalan pulang.
Tunas jiwa nan lestari.
α α
α
α
α α
α α
α
α
α
Ia menerima aku,
Gaduh dan rapuhnya aku. Bahkan ketika air mata serupa asam kuat yang membakar jiwa, ia menyamarkannya dan perlahan meramu obat penawar 'tuk menjemput aras.
πΊπππππππππ.