Pernah ketemu orang Italia penggemar berat cokelat. Dia putusin tinggal di Bali setelah tau Swiss sama Belgia itu gak punya tanaman kakao sama sekali. Justru Indonesia yang punya.
Dia heran: kenapa orang Indonesia yang datang dari luar negeri malah bawa oleh-oleh cokelat?
Akhirnya dia paham.
Biji kakao kualitas super hampir semua jadi komoditas ekspor, yang tersisa di dalam negeri cuma kualitas standar.
Paradoks kelimpahan.
Punya pohonnya, tapi produk jadinya kalah sama negara yang gak punya pohonnya.
Makin menguatkan asumsi gue bahwa Indonesia berada dalam genggaman rezim paradoks.
Melihat proyek stuzha snezhnaya sebagai WNI rasanyaaa kayak relate gitu ya. Program yang terus dipaksakan tanpa ada hasil, berujung efisiensi. Harga bahan pokok mahal, rakyat bersusah payah hanya untuk bertahan hidup. Oh how relatable this is to us😭