⠀
⠀
At this moment, Round 8 was underway. She could only watch the tournament, feeling dizzy about it all, while her four seniors fought fiercely. “I’ll break through this storm for the Triwizard,” she declared, refocusing on the action.
(https://t.co/pRnHpVoI0b)
⠀
⠀
ㅤ
Pusaran angin yang disebabkan oleh kehadiran Thunderbird kini berputar dengan arah dan kekuatan yang berubah-ubah secara mendadak. Para champion harus segera mencari cara jitu untuk menghindari terjangan angin yang tak terduga.
ㅤ
⠀
⠀
Metta certainly noticed that the level of difficulty was increasing. “You all can do this!” she shouted amid the noise of the other spectators, their hopes aligned that night.
⠀
⠀
ㅤ
Setiap champion hampir masuk ke dalam pusaran angin seandainya tidak gerak cepat mengarahkan Aethonan. Berkat kerja sama Mylannie dengan companion-nya, ia berhasil memimpin jalan.
ㅤ
ㅤ
Thunderbird melesat di atas tribun pendukung setiap asrama, membelah langit yang baru saja dipenuhi hujan lebat yang diciptakannya. Kini, makhluk magis itu kembali mengepakkan sayapnya, siap untuk terbang lebih tinggi lagi.
ㅤ
ㅤ
Angin kencang melanda seluruh arena, tetapi seluruh Champion nampaknya sudah lebih ahli dalam mengendalikan Aethonan mereka sehingga tidak ada satupun yang lajunya melambat.
ㅤ
ㅤ
Thunderbird menghamparkan sayapnya yang lebar, melayangkan angin kencang hingga nyaris mengenai seorang champion. Tanpa ragu, satwa gaib itu kembali mengepakkan sayapnya, membuat champion tersisa lain terhuyung-huyung menghadapi kekuatannya.
ㅤ
ㅤ
Tiba-tiba, angin puting beliung muncul dengan kekuatan yang mengejutkan dan mengarah kepada masing-masing champion. Ornamen-ornamen di area pacuan kuda tampak melayang dan tersedot ke dalam pusaran angin yang mengamuk itu.
ㅤ
ㅤ
(OOC: Waktu persiapan menjawab hingga 20.33 UTC+7. Kemudian, champion dipersilakan mengirim jawaban melalui pesan langsung @The1stTask mulai pukul 20.34–20.36 UTC+7.)
ㅤ
ㅤ
Hujan deras mengguyur, menutup pandangan mereka dengan tirai air yang pekat. Di tengah kompetisi yang sengit, mereka harus tetap berada di jalur yang benar, sambil waspada menghindari kilatan petir yang menerjang tanpa ampun.
ㅤ
ㅤ
Perubahan warna bulu Thunderbird kembali menjadi abu-abu perak, terlihat sebagai pertanda ia kembali memanggil petir dan menyebabkan awan gelap berkumpul di langit stadium.
ㅤ
ㅤ
Nocturne telah memasuki jalur kembali kendati kepakan sayap Aethonan yang dinaikinya terkena hujan deras. Di sisi lain, Clementhea berhasil kembali memimpin dengan strateginya.
ㅤ
ㅤ
(OOC: Waktu persiapan menjawab hingga 20.15 UTC+7. Kemudian, champion dipersilakan mengirim jawaban melalui pesan langsung @The1stTask mulai pukul 20.16–20.18 UTC+7.)
ㅤ
ㅤ
Tetesan air mulai turun dari langit, perlahan berubah menjadi hujan yang mengguyur deras. Dalam sekejap, curahan air itu tidak hanya mengaburkan pandangan, tetapi juga memperlambat kecepatan Aethonan, seolah-olah alam semesta sedang menguji ketangguhan para champion.
ㅤ
ㅤ
(OOC: Waktu persiapan menjawab hingga 20.00 UTC+7. Kemudian, champion dipersilakan mengirim jawaban melalui pesan langsung @The1stTask mulai pukul 20.01–20.03 UTC+7.)
ㅤ