Sebelum jatuh cinta terlalu dalam, pastikan lebih dulu,
ia mencintaimu benar karena ia cinta atau hanya sedang berusaha menghapus seseorang yang masih ia cinta.
Apa ia menjadikanmu peran utama,
atau hanya dijadikan peran
untuk menggantikan yang utama.
Kau tahu apa yang paling ditakutkan setelah dipaksa berpisah?
Yang ditakutkan cuma satu;
tetap mencari yang sepertimu,
pada orang-orang yang bukan kamu.
Berbohong, jika aku tidak merindukanmu.
Aku juga suka mengira-ngira,
barangkali kau merindukanku juga, meski mungkin lebih sedikit.
Mengira saja, sudah cukup membuatku senang.
Aku menyerah.
Aku pernah sayang padamu yang sayangnya melebihi pada diriku sendiri.
Banyak yang berkata buruk perihalmu, tapi aku tetap menilaimu baik.
sebelum akhirnya sadar bahwa sebaik apapun diriku,
tak kau nilai baik karena bukan aku yang kau inginkan.
Aku belum memiliki seseorang yang spesial di hatiku.
Aku sedang tidak berpacaran, tetapi hatiku sudah dimiliki seseorang yang tidak bisa kusebut sebagai milikku.
Selamat merayakan kisah barumu.
Tidak perlu menghawatirkan aku.
Perihal titik luka paling dahsyat ini, percayalah aku bisa melewati ini sendiri.
Berbahagialah, aku menyusul.
Rindu tidak mengenal jauh, dekat,
dan kepada siapa.
Karena rindu diciptakan oleh perasaan,
bukan jarak ataupun status hubungan.
Dan yang paling menyebalkan itu
ketika rindu tapi bukan siapa-siapa.
Aku terlalu menginginkanmu,
sampai aku rela untuk selalu ada
meski kau datang bila ada butuhnya saja.
Datangmu juga bukan karena
kamu menginginkanku,
melainkan karena kau tahu
aku tak akan bisa menolakmu.
Aku sengaja mundur
tanpa maksud tuk berhenti peduli.
Sengaja mengalah dan menjaga dari jauh
karena aku tahu ada yang lebih bisa
membuatmu bahagia.
Cintaku tetap,
hanya caraku berubah.
Barangkali kau butuh,
tanpa kau cari aku akan siap sedia.
Aku setulus itu.
Ada banyak keinginanku untuk menghubungimu.
Bukan bertemu,
sekadar dengar suaramu saja aku ingin.
Namun, keinginanku itu masih kalah besar dengan rasa takut bila akan mengusikmu.
Dengannya, apakah kamu bahagia?
Bagimu,
kehilanganku bukan suatu yang berarti.
Tapa kabar dan hadirku pun kau baik-baik saja.
Bahkan,
hidupmu bisa terlihat jauh lebih tenang, kan?
Kau tahu aku berharap dicari.
Tapi sayangnya,
kau pilih tuk cari seseorang yang lebih dariku.