ما ﻻ يرتاح له قلبك ابتعد عنه
فالقلب أبصر من العين
“Menjauhlah dari hal yang membuat hatimu tidak nyaman, karena hati lebih tajam dari penglihatan mata.”
Jika kita tak mampu untuk berikan pencerahan atau kebaikan dalam kalam, maka tak perlulah ikut masuk berbahas tentang isu.
Kita diam sahaja. Bukan semua benda perlukan penglibatan kita, apatah lagi jika tidak didasari ilmu.
Sebab, kita sering memperlakukan doa dan usaha seperti transaksi: aku sudah melakukan bagianku, maka hasilnya harus datang sekarang.
Padahal Allah menuntaskan setiap urusan menurut waktu dan ukuran yang terbaik, bukan jadwal yang kita buat.
Tidak ada haji dan tidak ada jihad yang lebih berat daripada menjaga lisan, tidak ada sesuatu yang lebih membuat seseorang susah melebihi susahnya seseorang menjaga lisan nya.
-imam fudloil bin iyadh ra
قال ابن المبارك – رحمه الله - : [ لا ينبل الرجل بنوع من العلم ما لم يزين علمه بالأدب ]
Syekh Ibnu al mubarak rahimahullah berkata: seseorang itu takkan bisa alim selama dia tidak menghiasi ilmunya dengan adab.
.جامع بيان العلم (1-127) .
Orang salah akan terlihat benar, jika ia berkelompok.
Orang benar akan terlihat salah, jika ia sendirian.
Terkadang dunia memang tidak selalu berpihak pada keadilan.
Tetapi, tetaplah menjadi orang benar meski sendirian.
Ust. Adi Hidayat said:
"Menjadi orang baik itu susah. Tapi ada yang lebih susah, yaitu tetap menjadi baik meski diperlakukan dengan tidak baik."
Subhanallah...
Kalimat ini mengingatkan bahwa kebaikan kita sebenarnya tidak diuji saat semua orang memperlakukan kita dengan baik.
Justru ujian yang sesungguhnya adalah ketika kita disakiti, dikecewakan, atau diperlakukan tidak adil, tetapi tetap memilih untuk tidak membalas dengan keburukan.
الشَّوقُ أعظمُ أن يُبدِيهِ وَاصِفهُ
Rasa rindu ini terlalu mendalam untuk diungkapkan oleh sesiapa yang menggambarkannya.
كُلِّي إليْك مَع السَّاعاتِ مُشتَاقُ
Setiap saat yang berlalu, seluruh jiwa ragaku mendambakanmu.
Bukan karena seseorang tak pernah marah artinya ia layak merasa puas pada dirinya. Kepuasan sesungguhnya lahir ketika ia sanggup meredam amarah, meski di waktu yg sama bisa saja ia luapkan. Sebab, mampu mengendalikan emosi yg bergejolak adalah cerminan ia memiliki hati yg luhur.
“Segala sesuatu yang terasa berat bagi jiwa, adalah penghapus dosa.”
Dalam hal ini, Syekh Abdur Razzaq al-Badr pernah mengingatkan kita:
Setiap rasa sakit yang engkau alami adalah penggugur dosa, baik yang kecil maupun yang besar. Setiap luka yang tak terlihat, setiap sesak yang hanya engkau simpan sendiri, atau pikiran yang mengganggumu sampai engkau tak mampu lagi menceritakannya ke siapa pun.
Bahkan, sesederhana senyuman yang dibalas dingin, ketulusan yang tak dihargai, pandangan yang diabaikan, atau omongan di belakang yang menyakitimu.
Ketahuilah, sekecil apa pun itu, tidak ada yang sia-sia di mata Allah.
Maka bersabarlah. Sebab, bisa jadi luka yang kau simpan dalam diam itulah yang justru paling banyak menghapus dosamu.
—Ahadits al-Akhlak
لِسَانُ الْفَتَى نِصْفَ وَنِصْفٌ فُؤَادُهُ # فَلَمْ يَبْقَ إِلَّا صُورَةُ اللَّحْمِ وَالدَّمِ
Tutur kata seorang pemuda adalah separuh dari jati dirinya,..
dan separuh lainnya adalah hatinya. Selain itu, yang tersisa hanyalah wujud dari daging dan darah
_Zuhair bin Abi sulma
Sesungguhnya sesuatu yang di anggap penting sebaiknya dijaga dengan cara dicatat, karena itu lebih efektif daripada sekedar dihafal, karena hafalan seringkali menipu ingatan.,