@mb_0309 You know, about the antler thing
If Flins actually hv memory of Hyperborea, he might actually knows actual people with antler. So he'd really be able to help Lauma's antler pain
@TheFoolLOTMX Okay, I didn't see the first image, so I thought everyone saying Leonard got a glow up was overexaggeration by some people. Man, this really is a glow up
🚨 DEMO HARI INI | KEJAKSAAN AGUNG RI
Massa kembali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (27/7). 👥📢
📢 Peduli? Pantau terus perkembangannya dan bantu repost agar informasi ini menjangkau lebih banyak orang. 🔄
📹 ilhampid
🚨 UPDATE: aksi #demo & camping di depan Kejaksaan Agung RI hari ini.
Kabarnya masih akan ada mahasiswa yg datang berserta MOBIL TINJA kembali! 💩
YOU ROCK! SALUT SAMA MAHASISWA 🔥🔥
#IndonesiaDaruratKorupsi#IndonesiaGelap
Camping di gunung ❌️
Camping di tengah jalan depan Kejagung RI ✅️
Truk Tinja pun juga standby depan Kejagung RI 🔥
Saluut sama Mahasiswa yg #demo hari ini!
#IndonesiaDaruratKorupsi#IndonesiaGelap
BANJIR BESAR DI SIANOK SUMBAR🥀
Banjir Datang Saat Warga Terlelap, 8 Rumah dan Mushala Terdampak di Bukittinggi
Warga Jalan Binuang, RT 07/RW 01, Kota Bukittinggi, dikejutkan banjir yang datang tiba-tiba pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 01.20 WIB.
Saat sebagian besar warga masih terlelap, luapan Sungai Batang Sianok mendadak memasuki permukiman dan menggenangi rumah-rumah warga.
Berdasarkan laporan sementara, banjir diduga dipicu oleh meluapnya Sungai Batang Sianok. Muncul dugaan adanya penyumbatan di bagian hulu sungai yang kemudian terlepas secara tiba-tiba sehingga debit air meningkat drastis.
Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai penyebabnya. Warga juga disebut tidak sempat bersiap karena tidak ada informasi atau peringatan yang diterima sebelum air meluap.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 8 unit rumah, 1 mushala, dan 3 pelaku UMKM terdampak. Secara keseluruhan, terdapat 11 kepala keluarga yang merasakan dampak banjir tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, lumpur yang terbawa arus masuk ke dalam rumah warga dan menyisakan pekerjaan berat untuk membersihkannya.
Sejak pagi, petugas dari BPBD Kota Bukittinggi bersama personel TNI, Polri, KBLK, KPS, serta warga bergotong royong membersihkan material lumpur yang menggenangi rumah dan fasilitas umum agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman banjir bisa datang tanpa banyak peringatan. Karena itu, masyarakat berharap penyebab luapan sungai dapat segera diketahui dan sistem peringatan dini semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali mengejutkan warga di tengah malam.