“just bcz i don’t react, it doesn’t mean i didn’t notice.” | what’s mine, it’s running w/ ma own rules | #CeasefireNOW 🍉 | heavy RT-ing | minors DNI, DNF ❌️
Seorang ahli saraf ngabisin waktu 20 tahun buat ngebuktiin kalau nulis pakai tangan ternyata bisa ngubah cara kerja otak dengan cara yang nggak bakal bisa ditiru sama ngetik.
Tapi lucunya, hampir nggak ada yang pernah baca hasil penelitiannya.
Ini yang dia temuin:
Barusan nemu tulisan ini:
"Hanya karena gue nggak pernah banyak nuntut, bukan berarti gue harus nerima yang ala kadarnya. Gue emang nggak suka ribet, tapi bukan berarti gue nggak punya standar."
Maknanya ngena banget karena sering kali orang ngira kalau seseorang itu sabar, pengertian, sederhana, atau nggak banyak protes, berarti dia bakal nerima apa aja yang dikasih.
Padahal nggak gitu.
Ada orang yang jarang mengeluh bukan karena dia nggak punya keinginan. Ada orang yang nggak banyak minta bukan karena dia nggak tahu nilai dirinya. Dia cuma memilih untuk nggak mempersulit keadaan dan nggak menjadikan tuntutan sebagai ukuran kasih sayang atau penghargaan.
Tapi tetap ada batasnya.
Tetap ada standar tentang bagaimana dia ingin diperlakukan, dihargai, dan diperjuangkan.
Kadang orang yang paling mudah diajak kompromi justru paling sering dianggap remeh. Kebaikannya dianggap kewajiban. Pengertiannya dianggap kelemahan. Dan karena dia nggak pernah banyak menuntut, orang jadi merasa cukup memberi usaha yang seadanya.
Padahal seseorang bisa saja sederhana dalam permintaan, tapi tetap tinggi dalam harga diri.
Dia nggak butuh yang berlebihan. Dia cuma ingin usaha yang tulus, rasa hormat yang konsisten, dan perlakuan yang menunjukkan bahwa dirinya memang dianggap berharga.
Karena pada akhirnya, nggak banyak menuntut adalah pilihan sikap. Sedangkan punya standar adalah bentuk menghargai diri sendiri. Dua hal itu nggak pernah bertentangan.
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
di dunia ini masih banyak kok cewek yang sederhana, yang nggak ribet, nggak nuntut harus dibeliin macam-macam, nggak maksa semuanya harus serba mewah, dan nggak haus pengakuan dari barang-barang mahal.
yang mereka butuhin sebenarnya simpel:
ada yang nemenin, ada yang mau dengerin cerita mereka, dan ada waktu yang dikasih dengan tulus tanpa setengah hati.
karena nggak semua perempuan mencari seseorang yang bisa memenuhi semua keinginannya.
banyak yang sebenarnya cuma ingin merasa dipilih, dihargai, dan dianggap penting dalam hidup seseorang.
hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, justru kadang jadi hal yang paling mereka ingat.
pesan singkat yang nanya kabar.
waktu yang disisihkan di tengah kesibukan.
atau kesediaan untuk mendengarkan tanpa menghakimi.
karena pada akhirnya, yang bikin seseorang bertahan bukan selalu kemewahan.
tapi rasa nyaman, rasa dihargai, dan ketulusan yang konsisten.
dan percayalah, di zaman yang serba pamer seperti sekarang, orang yang masih menghargai ketulusan jauh lebih langka daripada yang terlihat.
Semoga kita semua dipertemukan jodoh terbaik yg memang hati kita sreg memilihnya, orangnya pun sreg milih kita, sama2 berfungsi optimal & berdikari, sama2 punya visi yg sinergis satu sama lain, dan bahagia menghabiskan hidup bersama sampai surga. Aamiin.
Screw societal pressure!
The feeling of :
"Gapapa, Allah udah ngatur"
"Gapapa, Allah ada."
"Gapapa, serahin kepada Allah"
"Gapapa, ini pasti Allah mau ngasih yang terbaik.."
"Gapapa, Allah lebih tahu"
"Gapapa, rezeki kan Allah yang ngasih"
is a feeling of deep peace and happiness, makasi ya Allah 🥹🤍
waktu aku bilang "mudah-mudahan kamu dapat kabar baik yaa bertubi-tubi" i really mean it guys 🥹💖
di tengah-tengah kekacauan ekonomi ini dan di beberapa sektor lainnya, aku beneran berharap penuh sesama manusia saling membantu dan berdoa. karena jujur, hopeless banget ngeliat pejabat yang bahkan ga bisa ngasih kabar baik ke kita. i really wish dari Tuhan aja ya yang ngasih kabar baik ke kita semua
entah itu jualan kita ramai pembeli, entah itu dapat beasiswa, entah itu dapat kerjaan yang lebih baik. kalau kamu ada harapan apa belakangan ini? 🙇🏻♀️