Remaja Nusukan kembali menunjukkan kepeduliannya melalui diskusi reguler program ARUNIKA bersama SPEK-HAM Surakarta untuk berbagi pengalaman dalam mencegah kekerasan di lingkungan sekitar.
#SPEKHAMIndonesia#ARUNIKA
Banyak yang mengira jika KDRT hanya sebatas kekerasan fisik seperti dipukul atau ditampar. Padahal, penelantaran ekonomi seperti uang nafkah keluarga yang dihabiskan untuk judi online (judol). Padahal...
Perjuangan menciptakan ruang aman bagi korban kekerasan memerlukan komitmen dan sinergi yang kuat di tingkat lokal. Melalui Pertemuan Jaringan Paralegal Solo Raya di Kantor SPEK-HAM, para kader dari Boyolali, Sukoharjo, dan Surakarta berkumpul untuk saling menguatkan kapasitas.
Di Balai Desa Pentur, Boyolali, kader paralegal desa berkumpul untuk diskusi mendalam bersama SPEK-HAM, para kader memperdalam pemahaman tentang perbedaan seks dan gender, membongkar bias sosial, serta memperkuat fondasi advokasi di lapangan.
Rakyat cerdas harus nyimak apa yg dikatakan Dino Patti Djalal ini !!
Ada upaya masif yg sedang dilakukan geng Oslo untuk membranding Gerakan PRABOWO GIBRAN DUA PERIODE.
Salah satunya di X bisa kamu liat akun dgn follower diatas 2000 yg tiap hari ngoceh dgn postingan Gibran PSI Jokowi dgn narasi jelek/bagus.
Itu tandain mereka adalah buzzer bagian dr gerakan ini
SPEAK TRUTH TO POWER, SPEAK TRUTH TO THE PEOPLE !!
KASIHAN IBU INI, MENUNTUT KEADILAN SEORANG DIRI.
Di mana suara para pengacara Batak? Bantu dong, orang kita juga ini 😭😭
Cc: Hotman Paris Hutapea, Otto Hasibuan, Ruhut Sitompul, dan Juniver Girsang.
dari awal pembentukan udah kelihatan koq ini cara legal buat rampok anggaran, jual beli titik dapur, biaya survey, insentif, dimiliki parpol, pejabat, politisi, aparat tni dan polri, semua berlomba ambil kue anggaran, intimidasi sekolah yg menolak, rebutan titik sekolah, tata kelola carut marut, kasus keracunan, tidak pernah ada punishment kecuali suspend sementara, semua terjadi karena ada kelompok yg menamakan dirinya Voters 02 oke gass gemoy…. tanpa mereka APbN 300T akan aman koq
Ratusan wali murid Sekolah Dasar di Desa Glagahwaru Kec Undaan Kab Jepara, protes terkait rencana pendirian Koperasi Merah Putih yang harus mengorbankan beberapa ruang kelas untuk menuntut ilmu.
Dana Pendidikan dialihkan ke MBG.
Sekarang Sekolahan dialihkan KMP
🤦
Pak @prabowo , ini Pak Sultan dan Pak Kapolres yg bicara loh pak, tolong MBG nya di stop dahulu. Masa beliau beliau anteq anteq asing. Tolong lah pak..
���Mereka memberi makan sambil tertawa-tawa dan merasa berhasil menganggap anak-anak dan ibu-ibu seperti binatang ternak yang sudah diberi makan,” ucap Kalis Mardiasih dalam peringatan 19 Tahun Aksi Kamisan, Rabu (15/1).
The U.S. military strike on Venezuela is deeply regrettable, as it contradicts the very principles of sovereignty and multilateralism that America has long championed. As a self-proclaimed guardian of global democracy, this unilateral action raises serious questions about their consistency, especially in today’s multipolar world where Russia’s and China’s influence in Latin America is growing stronger. It risks sparking widespread instability, compelling nations like Indonesia to navigate our national interests more strategically, rather than simply following ideological currents.
What happens to Venezuela also sets a precedent for other developing countries. It goes beyond a violation of sovereignty. It’s a deliberate effort to restrict the Global South’s freedom to manage its own resources. We must bolster solidarity among developing nations to safeguard the non-intervention principles we have long fought for.
The weaknesses of multilateral diplomacy, such as through the UN or the OAS, are becoming all too evident, rendering soft approaches like the ASEAN Way less effective against direct confrontations. It’s time for us to develop a more proactive diplomacy, including networks with non-state actors for effective mediation, rather than a passive neutrality that leaves us vulnerable as collateral damage.
This strike could also serve as a catalyst for reforming global governance from a Southern perspective. Indonesia has the opportunity to lead initiatives at the UN to amplify the voices of developing countries, particularly on strategic resources. This isn’t merely a moral response, but a survival strategy in a fragmented world, emphasizing leadership that builds bridges rather than yielding to destructive powers. •••
[Komunitas Perempuan Kedunglengkong: Ambil Sikap Tegas Lawan Kekerasan Seksual]
Kedunglengkong, 5 November 2025 – Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali -cont.
Komunitas Perempuan Kedunglengkong sepakat bahwa pencegahan harus dilakukan secara kolektif, melalui edukasi, kampanye publik, dan penciptaan lingkungan yang aman, melibatkan tokoh masyarakat, RT/RW dan lembaga desa lainnya.