Saya agak terusik dengan semakin masifnya perkataan: “Banyak yg membela Palestina, tapi tidak peduli warga Papua” dan atau ucapan sejenisnya. Seakan-akan banyak yg abai dengan saudara sendiri.
Begini, let me tell you.
Sebelum kalian teriak-teriak soal Papua dengan berbagai dinamisasi bencananya (yg terbaru ini meninggalnya puluhan warga karena kelaparan), lalu kalian banding-bandingkan dengan bencana kemanusiaan di daerah lain, FYI, I’ve been there. I helped them.
Kadang saya minta tolong ke Danlanud meminjam Hercules-nya untuk mengangkut puluhan ton bahan makanan. Kadang juga saya minta tolong yg punya helikopter atau pesawat Caravan atau Pilatus-nya Bu @susipudjiastuti menembus daerah yg tak bisa disinggahi pesawat besar. Atau kadang harus mengiba ke kapten/nakhoda kapal Pelni agar berkenan mengangkut bantuan. Atau harus berlayar bermalam-malam menggunakan perahu kecil bermesin tempel jika kejadiannya di pulau terpencil pesisir terdalam.
Bagi saya, dan juga bagi sahabat lain yg peduli atas tragedi kemanusiaan, tidak ada sekat ini dan itu seperti yg kalian tuduhkan.
Jangan-jangan… ah sudahlah kalian pun tetap akan membela diri dengan beragam pembenaran. Karena sejatinya bukan solusi yg ingin kalian cari, melainkan kontroversi atau sekedar mencaci dan memaki.
@convomfs W curiga ni sender nanya ke base bukan buat dirinya nanyain soal cowonya tp cowo temennya yg batu dikasih tau akhirnya kasi liat vote dibase kalo cowo temennya red flag parah .-.
Email anak SMA kpd CEO Snapchat, minta kesempatan magang.
Emailnya sangat ringkas tapi jelas. Gini nih kalau mau kirim email, to the point, tdk perlu kalimat mbulet tanpa koma yg susah dicerna.
Bnyk lulusan S1 yg masih perlu belajar bikin email yg ringkas tapi powerful.
.
Gw teringat beberapa client gw punya gaji under 6juta, idup di jakarta, umur under 30 tapi dia punya aset invest uda mau nyentuh 3 digit. Kendaraan pribadi pun dia beli sendiri
Gw kulik2 dokumen financial check up nya. Pantesan bisa
AWAL KEHIDUPAN BUMI DIMULAI (CELLULAR WORLD)
-- A THREAD
Tubuhmu tersusun dari milyar-triliunan sel. Sementara mereka semua, hidup. Pernah kepikiran gk, apa yg membuat mereka hidup? Apa yg menjadikan mereka hidup? Dan mengapa hanya bumi (yg kita tahu) yg punya makhluk hidup?
Teteh: "si mi kan lg hamil, seenggaknya kalo masih sm suaminya mah ga punya uang juga di pasrahkeun KA salakina"
Teteh : "skrg Mun si mi kekeuh hyg pisah, ke gawe dimana? Si Adam ku Saha ? Orokna kumaha? Minimal nunggu budak satu Hela karek bisa digawe deui"
dianak tirikan masalah materi aku dipelitin keluarga sendiri, dan ibu bilang "tong nyalahkeun kolot", aku bilang teteh selama ini ga pernah berkontribusi dihidup mi setidaknya nanya keadaan kalo ga bisa nolong, ibu bilang "sm we saling introspeksi diri, adi KA lanceuk geus kmh"