Jadi menurut Freud “kenikmatan perempuan yang asli harus bergantung pada penis.”
Padahal klitoris punya 8.000+ ujung saraf, organ paling sensitif di tubuh manusia. Tanpa penis, perempuan bisa dapat kenikmatan seksualnya sendiri.
Ga cukup lewat agama & budaya, patriarki lewat ilmu pengetahuan juga berusaha mengendalikan & mengecilkan seksualitas perempuan sejak dulu.
Klitoris satu2nya organ tubuh manusia yang berfungsi berikan kenikmatan seksual.
Tapi sejak ribuan tahun lalu, patriarki berusaha mengendalikannya karena takut perempuan memiliki otonomi atas tubuh & seksualitasnya.
Masyarakat kuno (laki2, juga sampai sekarang) takut kalau perempuan bisa merasakan kenikmatan seksual yang kuat, maka akan "sulit dikendalikan”, “nakal”, atau “tidak setia”. Maka perlu praktek mengurangi dorongan seksual perempuan itu agar dianggap “setia” & “patuh”.
Praktek itu disebut sunat perempuan. Mengiris organ kenikmatan perempuan sejak anak2 dengan pembenaran mitos, norma sosial, & interpretasi ajaran agama. Praktek ini masih terjadi di Indonesia, Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah.
This reeks of envy.
A man can never earn by showing off their body, not because they don’t want to, but because women are not perpetually horny, porn addicted perverts to waste their hard earned money to see someone naked.
Don’t cry about the system that you set up and pay for.