Crazy to think that in 2026 we've had:
• Anthropic's head of safeguards quit, warning "the world is in peril" (Feb)
• OpenAI dissolved its own mission alignment team (Feb)
• Unrestricted AI usage for the Pentagon (causing several researchers to quit)
• Several AI models escaping sandbox testing (Since ~Q2)
• 1,100+ frontier-lab employees signing a letter begging the government to pace AI development (Jul-Aug)
And today yet another top researcher saying this.
BREAKING:
Anthropic researcher Jacob Coxon resigns, warning that AI systems will soon be able to hack anything and that the company is racing toward superintelligence that could kill us all by the end of the decade.
I resigned from Anthropic today. I spent the last three years doing pretraining research at both OpenAI and Anthropic. Neither company is acting responsibly. They are racing straight to self-improving superintelligence and gambling with our lives. More thoughts below.
“We don’t owe any access/explanation kalo kita gak mau engage with that person.” Iya, tapi nanti kalo kena ghosting atau tetiba dijauhin tanpa tau salah lu dimana, jangan sedih2 sendiri yah. Langsung suck it up aja 😬
Gue ga paham ini pada dapat definisi boundaries darimana, serta kenapa boundaries diartikan serampangan kek gini sekarang, tapi yang namanya boundaries itu harus dikomunikasikan secara jelas, tegas dan konsisten terlebih dahulu sebelum jaga jarak aman/cut off orang. Boundaries itu hadir sebagai tools dalam menjaga relasi agar sehat, didasari cinta yang seimbang antara diri sendiri dengan orang lain, bukan cuma buat menghancurkan relasi dan melindungi ego doang. Seringkali boundaries juga hadir dengan memberikan kesempatan untuk koreksi tindakan serta resolusi & rekonsiliasi konflik (repair), karena ada kesadaran bersama bahwa kita semua sama2 manusia penuh cela dan salah.
Lau ga perlu kasih akses setelahnya gapapa kalo itu bentuk jaga keseimbangan cinta diri dan cinta ke orang lain, selain juga cara jaga relasi agar tidak makin jadi bitter dan harmful buat salah satu atau kedua pihak. Gak perlu juga terima negosiasi setelahnya kalo negosiasi ke hal yang ga reasonable. Tapi yah boundaries selalu wajib diomongin dolo.
Wajar banget diomongin, soalnya seseorang gak selalu sadar gak cocok atau bikin salah yang gimana2. Lau sendiri aja ga selalu nyadar kan cela dan salah lau dimana. Beda kasus sama abuse yang intensional, wajar langsung ditinggalin. Gimana mau belajar mengembangkan diri dari kesalahan, pertahankan hubungan dan bangun komunitas yang peduli, kalo alergi sama konflik dan bentar2 langsung diem2 cut off dgn kedok boundaries? Relasi itu kompleks jadi penting kita belajar bedain apa yang intentional abuse, unintended harm, hurt, apa yang cekcok, apa yang gak cocok, sebelum proceed “mau engage seperti apa”: dengan boundaries, dengan strict rules, atau dengan apa.
Gak semua hal dalam relasi langsung bisa pakai prinsip “ga usah engage, ga usah kasih penjelasan/akses deh,”. Iya, kamu berhak dapat kedamaian, ketenangan, bersenang2, respect, care, love, & dignity dalam relasi, tapi dalam relasi kamu juga wajib untuk lebih bisa melihat secara menyeluruh, non-judgemental, jujur, asertif, tulus, bertanggungjawab, sadar diri & tersedia secara emosional. Prinsip kaku yang mengesankan dirimu selalu yang paling utama, ga perlu berkomunikasi dengan orang lain soal intensi & maksudmu cuma bakalan bikin egomu makin ga sehat dan ga belajar jd autentik, dengan segenap risikonya yg emang dibutuhkan untuk proses kematangan diri dalam relasi yang akan ada aja trigger2nya ketika semakin buka diri ke orang lain.
Relasi ke siapapun yah takes two to tango. Pas mau mengakhirinya, yah perlu dikomunikasikan juga, meski ga wajib selalu ikuti ekspektasi pihak yang keberatan diputusin, but please do have some human decency to communicate it while you can.
KALIAN HARUS TAUU!!
apa yang terjadi di Gunung Ungaran :
> menteri ESDM bahlil lahadalia terbitkan SK izin eksplorasi panas bumi 55 MW di gunung ungaran dan telomoyo tanpa sosialisasi terbuka ke warga setempat
> lokasi pengeborannya parah banget. terletak persis di dekat kawasan situs cagar budaya bersejarah candi gedong songo
> WALHI dan warga soroti ancaman fatal rencana pengeboran 2.200 meter yang berpotensi mematikan sumber mata air vital masyarakat
> ekosistem hutan lindung lereng gunung dipertaruhkan demi proyek BUMN (PLN & Geo Dipa Energi) tanpa memikirkan risiko longsor dan ekologis
> rakyat yang disuruh nanggung risiko bencana alam dan krisis air, sementara izin proyek diterbitkan ugal-ugalan di atas kertas
Malaysia ✅
Singapura ✅
Brunei ✅
Filipina ✅
Seablings, please sue the Indonesian government. They’re blind, deaf, and have no empathy. They don’t care about anything but their own greedy needs. Please help us by sue our government.
Many of us are struggling to death, yet they don't care AT ALL!
Era dadan, embege tetap dipaksa untuk didistribusikan selama bulan puasa.
Era sudaryono, embege tetap dipaksa untuk didistribusikan selama bencana.
See? Gairah dan birahi BGN untuk korupsi gak memandang siapa yang menahkodai. Sekali proyek iblis, tetaplah proyek iblis.
Kebakaran Kalimantan makin disorot media internasional! 😭🔥
Bukan cuma negara ASEAN, Jepang dan negara lain juga mulai geram. Para peneliti sudah tahu salah satu penyebabnya: land clearing for palm oil.
ada yang disumpahin mati sama ribuan orang tapi ga mati-mati juga. kalo gitu ganti sumpahnya, sekarang aku mau kamu hidup. hidup selamanya melebihi keturunanmu. biar nanti kamu hidup hanya dengan tengkorakmu. menarik nafas setiap hari dan berharap mati. layaknya kami saat ini.
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Sedihnya, orang2 kayak ibu ini akan senang dan bangga dapet uang 100k. Dia gatau kalo uang itu dari pajak dia sendiri. Dia gatau klo suara, tenaga, dan masa depan keluarganya dibeli dengan harga 100k.
ibu ini blak-blakan dibayar 100 ribu untuk ikutan demo
selain itu peserta demo juga dapat panci, roti, susu, minuman dan buah-buahan
"senang bangettt, kalau ada lagi boleh"
ANJJJJJJ KETANGKEP BASAH PENCAIRAN DANA BUZZERNYA AOWKWKWK
ENIH KITA DISURUH TUTUP MATA YAK? WKWK NUMBALIN NASIB BEBERAPA TAHUN KE DEPAN DEMI AMPLOP YANG ISINYA GA NYAMPE 100 RIBU.
TETAPLAH KALIAN DI LINGKARAN MISKIN BUZZER BADJINGAN 🫵🫵 https://t.co/9B9uZPqX5p