@rredthread Lumatan kecil tersebut pun turut dibalas oleh Olven yang kini semakin memperdalam ciuman mereka. Hanya selah beberapa detik, secara perlahan Olven mulai melepas tautan bibir mereka.
"Sayang Woosol."
@rredthread Pertanyaan Woosol pun tidak dijawab dengan kata-kata oleh Olven, melainkan langsung dilakukan dengan tindakan.
Sebuah ciuman lembut didaratkan tepat di bibir Woosol. Mendorong sedikit kepala guna memperdalam ciuman tersebut, salah satu tangan Olven kini meraih dagu Woosol.
@rredthread "Iya, saya tahu Woosol mengucapkannya dari dalam hati." Olven mengusap sisi kepala Woosol lembut, menyelipkan jemarinya diantara helaian rambut halus Woosol selama beberapa saat.
Cubitan pada pipinya berhasil membuat Olven menarik kedua sudut bibir, membuat senyum lebar.
@rredthread Olven pun tersenyum usai mendapat kecupan singkat, lantas ia pun melakukan hal yang sama seperti dilakukan oleh Woosol sebelumnya.
"I love you too, Lee Woosol."
@rredthread Meski yang dimaksud adalah menangis gembira, namun Olven tidak ingin membiarkan adanya air mata yang mewarnai hari mereka.
"Terima kasih karena Woosol juga memberikan ucapan yang manis untuk saya sebelumnya," ucapnya diikuti dengan kekehan pelan di akhir kalimat.
+
Gunmin, rasanya seperti ada sesuatu yang tersembunyi dan turut membebani hidup pemuda Nam tersebut.
ㅤ
ㅤㅤ ㅤ"R-Reeve?" Bola mata Wongeun seketika melebar begitu Gunmin memberitahu nama aslinya. Saat itu juga, Olvenㅡnama asli Wongeunㅡmembeku di tempat. Tidak percaya
+