At some point in my life gue sempet ga semangat baca buku grgr sekumpulan elitis yang labelling 'buku A sampah buku B jelek hahaha si anu bacanya buku C ew"
kontoll sampe tremor ini saking sedihnya, booktwt never beating the gak Napak tanah allegations.
semua buku yg kalian baca itu utk apa sebenarnya? kembali menindas?
Sempet diskusi sama temen dari antropologi, tentang hidup secara sadar. Salah satu tahapnya itu, dekolonialisasi bahan bacaan dan mengakui privilese kita.
Tapi, gimana kalo banyak buku babon yang penulisnya problematik?
ya tuhan padahal hubungan platonik yang dirawat dengan baik itu sangat hangat dan menghidupi 😕 tangki kasih sayang kalian gak melulu harus diisi sama hubungan romantis btw 😭
Puisi dr pastor Lutheran, Martin Niemöller ttg kondisi saat Nazi Jerman mulai berkuasa.
Skrg di Indo, msh ad penangkapan sewenang-wenang & masih ada yg permisif, entah mnrt mereka niatnya ga murni/terlalu keras.
Semoga nnti msh ada yg menyuarakan hakmu saat hidupmu direnggut.
Jujur bosen sama diskursus ini, tapi kalo kalian nyari penulis fiksi yang political stancenya jelas kiri, anti-otoritarian, tidak misoginis (sepertinya), berpihak ke kelompok tertindas, dan nyastra, kusaranin baca beliau: