@merapi_uncover Kalau ada yang butuh temen cerita, feel free buat dm, even mungkin aku enggak bisa ngasih solusi terbaik, tapi aku bersedia mendengarkan cerita dan keluh kesahmu
Multiple Indonesian trans women were beaten, kicked, and doused with urine during a violent attack on the streets while trying to survive amid systemic poverty.
We urge international media, human rights organizations, and the global community to help ensure this incident receives the international attention it deserves and to demand accountability, as violence against transgender people in Indonesia continues to raise serious human rights concerns.
Susah emang hidup di negara yang warganya masih miskin tapi memukul sesama orang miskin. Merasa dosanya lebih sedikit dari siapapun, padahal sama-sama pendosa.
@imastermindh@duitsss iya, dia nabung buat keluarganya umroh. udah bangun 2 rumah buat ibunya. sering infaq ke ponpes juga, ada wisatawan dompetnya ketinggalan di hotel terus nangis minta tf in keluargany, bapak ini ngasih 35k buat ongkos ke hotel. katanya selagi buat ibu, selagi aku mampu aku usahakn
Have you lost your humanity?
Mengatasnamakan moral untuk membenarkan kekerasan hanya akan membuat nilai moral itu kehilangan maknanya. Tidak ada satu pun keyakinan yang menjadi izin untuk menganiaya orang lain. Jika yang dipilih adalah kekerasan, yang sedang dipertontonkan bukan moralitas, melainkan kebencian.
gak, gak keren.
main hakim sendiri dan mukulin pelaku eljibiti ini GA BOLEH even dlm islam yg mengingkari perbuatan LGBTQ ini sekalipun.
ga gini cara mainnya. ini namanya dzolim. dipikir dgn cara begini mereka jd tobat?
you can disagree with someone and still acknowledge that harassment and bullying are wrong.
terlepas dari orientasi seksualnya, konteks utama postingan ini kan soal bullying tp netizen mlh sibuk debat orientasi seksual smpe lupa klo ada org yg lg cerita soal pengalaman dibully loh
saying "pantes dibully" is not a moral argument, it's just cruelty with a justification attached to it.
punya kepala dinas. rajin sholat sampe jidat item. kerjaannya ceramah. org ngerokok diceramahi. org pake topi kebalik diceramahi. anak buah mau lomba katanya 20% usaha 80% doa biar lancar.
tapi suka ngambil duit yg bukan haknya. di depan umum berasa paling suci.
itulah. kadang org yg paling agamis merasa dia tau cara tobat jd kalo maksiat lebih parah drpd yg ga agamis.
hanya opini pribadi🙏🏻
Bukan riba yang ngeri, tapi:
1. Kebodohan. Sebelum akad KPR, semua hitungan sudah dijembrengin. Cicilan tiap bulan itu ada porsi pokok dan bunga. Pokok utang akan selalu berkurang. Bacalah semua yang diberikan kepada kalian pada saat akan membeli rumah. Pelajari dan tanyakan agar kalian benar-benar paham.
2. Kemunafikan. Sejak awal dia sudah tau bahwa KPR itu ada bunganya, tapi tetap diambil, lalu di kemudian hari teriak-teriak "ngerinya riba"? Gimme a break.
3. Ketiadaan kemampuan berpikir. Liat point no. 1, sehingga jika pokok utang adalah 250jt, pada saat dilunasi, tidak mungkin pokoknya bertambah jadi 260 juta. Selama 4 tahun pokok utang akan terpotong sedikit demi sedikit. Berbeda dengan pembiayaan kendaraan bermotor, ketika KPR dilunasi, maka yang wajib dilunasi adalah pokok utangnya saja. Paling hanya penalti pelunasan lebih awal, itupun jika masih dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Penyebaran kebohongan yang dilakukan oleh akun yang mengaku "dakwah." Lucu banget. Ngefitnah tapi mengaku dakwah.
@radenfaizz wkwkwk seketika mereka kaget ngeliat ada wadah pergerakan yg inklusif dan bener2 ngomongin soal HAM
bukan kaya mereka yg cherrypicking doang soal HAM untuk disesuaikan sama standar ego religio-fascist mereka wkwk
@tanyakanrl cara mikirnya sama kek gini, lu nggak perlu jadi orang islam buat bela palestina, cukup jadi manusia berakal aja buat bilang kalau itu genosida bukan perang. sama kek ini, lu ga perlu dukung lgbt, cukup jd manusia waras aja buat ga bully orang2 yg ga sama dgn kompas moral lu