Miris banget denger tangis pilu pria yg didakwa 5 thn krn pelihara landak Jawa. Dia gak tau itu dilindungi, tapi dia pun gak menyiksa— dipiara sampai beranak-pinak. Dan dia diperkarakan.
Sementara VIP yg terang2an piara hewan buas langka, dibiarkan.
Taik anjing lah keadilan 🖕🏻
aku bangga pada diriku sendiri, sakit mana yang belum aku rasakan tentang keluarga, percintaan, pertemanan, penghianatan dan kekecewaan semua sudah aku rasakan, dan mentalku sudah dihajar habis-habisan oleh keadaan tapi beruntungnya aku tetep kuat sampai saat ini.
tetep mertahanin buat ga pacaran sampe nunggu ada cowo yg agamanya bagus tapi tetep gaul, 170cm + suka olahraga, bertanggungjawab, effortnya tinggi, sopan santun sama yang lebih tua, treat me like queen, punya wawasan yang luas, suka anak kecil, bucin in private, -
Padahal kemarin kamu yang berusaha deketin aku, ngasih aku harapan lebih, bahkan kamu nunjukin kalo kamu beneran gamau main-main, sampe buat aku yang awalnya gamau buka hati, sekarang malah kamu ninggalin aku gitu aja.
Pernah ga sih kalian ada diposisi kadang bisa ikhlas, besoknya ga ikhlas, terus bisa ikhlas lagi dan besoknya ke inget jadi gabisa ikhlas lagi.
Kira-kira fase kaya gini kapan selesainya ya?
Menikahlah ketika siap.
Kesiapan ini tergantung masing2.
Tapi yg pasti harus paham dan sadar ketika sudah menikah ga bisa lagi egois hanya mikir untuk diri sendiri, harus untuk kepentingan sebagai satu keluarga.
Podcast ttg menikah & keluarga, silakan:
https://t.co/s6bql0l9W0
Beberapa hal harus berakhir karena memang harus berakhir aja. Bukan karena berantem, bukan karena ada yang lain, bukan karena ada masalah. Tapi karena memang tugas kita udah cukup dan kita harus pisah jalan
“Masih banyak yang belum sempat aku katakan padamu. Masih banyak yang belum sempat aku sampaikan padamu. Tak ada yang seindah matamu, hanya rembulan. Tak ada yang selembut sikapmu, hanya lautan. Tak tergantikan, walau kita tak lagi saling menyapa”
.
— Kunto Aji
Kayaknya, kita udah terbiasa multitasking. Sampai-sampai yang harusnya sedih, kemudian bahagia, sedih lagi, kemudian bahagia lagi, malah digabung jadi sedih tapi pura-pura bahagia