as a history student, i always find it funny when people say 'Indonesia dari dulu anti-LGBT'. history is way more complicated than that. we literally had warok-gemblak traditions in Reog ponorogo, tandhak lanang in ludruk, and Bugis society recognizing more than two genders
Dipukulin + diarak massa + diteriakin & dicemooh publik + diancam DO + dibully online. Mahasiswa yang ngarak, pejabat kampus, keluarga korban, netizen semuanya sama aja jahatnya… fasis & homofobik di pikiran & tindakan.
leohao arrioz lokal au
Orang lain mah ketemu di perpustakaan atau kafe, tapi mereka malah dipertemukan sama keruwetan parkiran kampus. Kaes yang panik bikin macet, Latif yang akhirnya turun buat markirin motornya kaes.