FYI manteman: demo / unjuk rasa itu pengajuan surat ke polisi bukan surat izin ya, tapi SURAT PEMBERITAHUAN. Ini diatur di UU 9/1998 ttg Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Jadi kalau bilang "gak ada surat izin", polisinya yg tolol dan tidak baca sebab ACAB.
Atasan aku (WNA) waktu ada demo beberapa waktu lalu: “Gimana menurut kamu soal orang-orang yang demo?”
Jujur, aku pikir beliau mau komplain soal macet atau hal semacamnya. Tapi aku gak mau jawab bohong.
Aku: “Saya mendukung, Pak. Karena mereka menuntut hak mereka, hak-hak kami yang tidak bisa ikut turun untuk demo.” (Takut sbnrnya jawab begini)
Bapake: “Aku juga mikir gitu. Setiap aku lihat driver aku, art aku, karyawan-karyawa local, orang-orang jualan, liat orang yang desak-desakan di transum… hati aku sakit dan aku ngerasa gak tega. Kalian harus tuntut dan dapatin hak kalian. Udah gajinya gak seberapa tapi masih aja ditindas. Aku dukung banget kalian menuntut.”
Aku dengerinnya sampe speechless.
🚨 guys please read!
today is not a good day for us WNIs. RUU yang munculnya tiba-tiba, gak urgent, namun diburu-buru—hari ini akan disahkan.
please pray a lot ya untuk keselamatan negara ini wkwkw 🙏
For me Barbie was the first feminist icon in animation. Endless careers, no prince needed, just a girl showing other girls they could be anything. That’s why we were all obsessed
@aspenurgoho@nabiylarisfa Ya Pak, masalahnya keduanya jadi program wajib, artinya lebih banyak iuran yg harus dibayar dgn umr yang pas2an. Pertanyaannya apakah tetap perlu 2-2nya jd program wajib? atau ternyata hanya perlu JP saja yg punya model pembayaran berkala/bulanan?
Nah ini blm keliatan hilalnya😁
as important it is, menariknya di Indo peserta JHT boleh klaim sebelum usia pensiun, yaitu karna kena PHK / karna mengundurkan diri. Hasilnya apa? JHT justru lebih banyak dicairin sblm usia pensiun & tujuannya jadi ga tercapai.
and yep thats what i kinda wrote for my thesis🤞
Mengapa anak muda (seperti saya #eh) penting untuk mendorong kebijakan jaminan hari tua yang berlaku untuk semua warga?
Saya diwawancara oleh @IndonesiaILO dan mencoba mengurai hal ini.
@nabiylarisfa Yes Mbak, ada masalah yang cukup kompleks ketika membahas JHT ini, khususnya budaya masyarakat yg melihat JHT sbg salah satu cara u/ dapet dana karena ga ada sumber lain yg bisa diambil + banyak yg jd sandwich gen, yg artinya mereka pun blm tentu punya tabungan/dana darurat
tolong energi yg sama dipakai buat marah ke orang ini yg secara sadar megang pipi & telinga seorang anak SD tanpa consent & gw g mampu jelasin im so disgusted to even watched it again coz it straight giving pedophilia
duh gw greget sm logika2 yang ngaitin kalau LGBT = pelaku ks. Pelaku KS lawan jenis juga sama aja kayak pelaku KS sesama jenis yaitu SAMA2 PELAKU.
Jadi yg hrsnya ditentang itu tindakan kekerasan seksual yg dilakukan oleh PELAKU, bukan malah menggeneralisir temen2 queer
Jadi tolong energi kemarahan itu hrsnya dipake buat lawan kekerasan seksual karena yang melakukan penyimpangan itu pelaku KS nya, mau dia itu heteroseksual/homoseksual.
FYI aja di SCBD tuh ada UD Mitra, Los Ciken, Cosan, JRNY, Geprek Bu Rum, Geprek Bu Made, Rolas Burger, Taigersprung, Couvee. Jadi lu tafsirkan sendiri aja yang dibilang disini generalisot apa sesuai data lapangan wkwkwkwk
Ariana Grande worked with Depok-based artist Rising67 on the title treatment and visuals for her new single ‘hate that i made you love me.’
(https://t.co/sf9Hlp9uXH)
Sebelum lolos S3 plus dg beasiswanya, aku beneran baca puluhan jurnal wkwk. Aku bikin ringkasannya, terus jadi proposal yg cuma 8 halaman itu :')
Bacanya lebih lama drpd nyusun 8 halaman itu.
Tapi percaya deh, teman2 mahasiswa.
Daripada kalian minta AI -- yg sering gak tepat itu -- mending kalian luangkan waktu buat baca. Pake AI untuk translate deh kalo emang bener2 gak paham. Tapi baca sendiri.
Ketika sdh selesai, kalian bakalan 'kekenyangan' sama referensi, terus langsung cepetttt banget nulis karena semua hasil bacaan di otak kalian harus dikeluarin. Ya hasil dikeluarin itu berbentuk artikel atau proposal.