LAH EMG KENAPA PERTAMAX NAIK 32% KAN MASIH ADA PERTALITE Rp10.000/liter?
Eitss bentar2..
Pertalite itu RON 90. mesin motor modern/mobil keluaran 5 tahun terakhir mayoritas butuh minimal RON 92, artinya kalau maksa pakai Pertalite? mesin cepet rusak. Kalau naik ke Pertamax? keluar Rp16.250/liter, skrg udh naik 32%.
Intinya kalian udah ga punya pilihan. mau ga mau bayar mahal, mau ga mau nanggung. Rakyat tuh posisinya selalu di ujung rantai makanan alias YG KENA IMPACTNYA KITA SEMUA.
Ojol yang biasanya ngisi Pertamax → biaya operasional bengkak → tarif naik → kalian yang bayar lebih mahal buat pesan makan & ojek.
Truk logistik isi Pertamax → ongkos kirim naik → biaya distribusi naik → harga barang naik
Jadi yang naik bukan cuma biaya bensin. Mie instan, beras, telur, paket online, dll semua lini terdampak, ujung2nya impactnya RAKYAT yang nanggung.
3 fenomena dalam bulan² ke depan yang akan sering kita obrolin.
Kemarau
Hujan lebih jarang, siang cenderung cerah, kelembapan menurun.
Bediding
Istilah lokal untuk udara malam dan pagi yang terasa lebih dingin saat musim kemarau.
Potensi El Nino
Kemarau bisa lebih kering, lebih panjang dan risiko kekeringan yang meningkat.
@cubitski Temen sebangku gue pas SMP setiap hari ngobrolin gu jun pyo mulu. Masalahnya gue tuh nggak nonton selain karena emang nggak tertarik, jam tayangnya juga barengan sama jadwal ngaji 😭😭
om, coba intip sambel bantal nya, merek surabraja bukan? kalo merek surabraja itu toxin pewarnanya bisa bikin kangker om, ga tertulis tapi terkandung, agak nakal tuh perusahaan
sekalipun nggak bermimpi buat ngalamin kehidupan kaya raya, rakyatmu juga nggak mau hidup dalam kemiskinan kali pak. sampe banyak orang lebih takut nggak bisa makan daripada nggak sekolah lho. makanya sampe ada 58% orang yang milih program mbg-mu, daripada pendidikan gratis.
Karena tinggi badan yang menonjol di usia anak-anak bisa jadi tanda pubertas dini (puber terlalu cepat).
Saat puber, tubuh mengalami growth spurt (lonjakan tinggi) karena lonjakan hormon. Kalau puber datang terlalu awal, anak memang jadi lebih tinggi dari teman seusianya, tapi itu sifatnya eementara.
Masalahnya:
Tinggi akhirnya justru lebih pendek.
Hormon puber juga memicu penutupan lempeng pertumbuhan (growth plate) di tulang. Kalau ditutup terlalu cepat, tulang berhenti memanjang lebih dini. Jadi anak yang sekarang paling tinggi di kelas, saat dewasa malah bisa lebih pendek dari rata-rata.
Bisa jadi gejala kondisi medis. Pubertas dini kadang dipicu gangguan hormon, masalah tiroid, atau (jarang) adanya tumor di otak/kelenjar.