Sekian banyak kejadian dari mulai keracunan, dibunuh aparat, bencana alam, presiden join board of shit, gue ga paham ya kenapa masih banyak orang yang bilang "anak abah gamon". Maksud gue, ini kejadian buruk bejibun, lu sadar ga kita itu bukan gamon tapi GILA, KITA STRESS
Jangan jahat-jahat dengan teman kerja. Kita nggak pernah tau berapa banyak luka yang sedang dia tahan sambil tetap bekerja.
Sama-sama cari makan, nggak perlu saling menjatuhkan.
Jujur gw iri sama org2 yg jd relawan di Sumatera, krn itu berarti mrk punya cukup waktu, energi, biaya, dan terutama keihklasan untuk bekerja tanpa berharap imbalan.
Bahkan seorang presiden, atau konglo dgn aset triliunan sekalipun blum tentu punya semua itu.
That's freedom.
Gak punya empati, gak bisa baca situasi, gak mau peduli sama kritik, suka halusinasi bikin musuh sendiri, dan arogannya gak ketolong.
Pantesan bencana Sumatera belum dinyatakan jd bencana nasional. Ternyata dia lah bencana nasional buat kita semua.
Innalillahi wa innaillaihi rojiuun.
Aku baru tau kamu udah gaada waktu aku liat postingan temen kamu di tiktok. Ya Allah, maaf aku ga bales dm terakhir kamu karena ga buka akun ini. Istirahat yang tenang ya yovi, kamu udah ga sakit lagi 🤍
Bantuan dari luar negeri ditolak, bantuan dari warga dihalangin, trying to act like a superhero all by themself when they're the one who caused this. How much more of a pathetic can you be?
Dulu jaman SBY, tiap ada bencana, dia pidato, "Saya prihatin."
Sampai jadi meme, ada juga yang bikin website dengan tombol, kalau dipencet ada rekaman SBY bilang, "Saya prihatin."
Itu menyindir karena yang dilakukan adalah bare minimum doang. Mengucapkan prihatin tanda simpati.
Sekarang?
Ada banyak orang keracunan bahkan kehilangan nyawa.
Gak bilang apa-apa. Nothing, none.
Bare minimum aja enggak.
Bahkan kita jadi merindukan, "Pertama-tama, saya prihatin."