ternyata ada loh orang yang ngejalanin hidupnya kaya orang normal, padahal aslinya dia lagi nyoba survive dari apapun yang terjadi di hidupnya yang kita ga tau. so please be kind to everyone.
I hope I meet my person by accident. No dating apps, no matchmaking, no one trying to set us up. Just two people living their own lives and somehow finding each other.
- Get to office
- Say good morning to 17 people
- Attend the morning stand-up
- Turn your camera on
- Participate in an icebreaker
- Join a brainstorming session
- Attend a team-building activity
- Be told to "speak up more"
- Be asked why you're so quiet
- Pretend to enjoy small talk
- Eat lunch with coworkers
- Attend another unnecessary meeting
- Be told to "network more"
- Post something on LinkedIn
- Build your personal brand
- Attend an office birthday
- Join the company WhatsApp group
- React to your boss's messages
- Attend an after-work happy hour
- Be told visibility matters
- Be told your work isn't enough if nobody sees it
- Schedule a 1:1
- Give a presentation
- Collaborate on something you could do alone
- Get asked to turn your camera on again
- Explain why you skipped the office party
- Get called "not a team player"
- Spend the entire commute home recovering
- Get home
- Ignore everyone
- Repeat tomorrow
ternyata kalau kita jarang cerita sama siapapun, cara ngomong kita juga ikutan susah, pas mau jelasin sesuatu, kata-katanya jadi suka belibet dan ribet. bukan karena ga ngerti, tapi karena udah kebiasaan menyimpan semuanya sendiri.
cakep ih kalimatnya:
“ngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa”
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! 🤍🫶🏻
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu ga perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”