@tubagussalim Alhamdulillah kami sekeluarga masih dlm kondisi sehat walafiat.mudah2an begitu jg kiranya dgn bapak sekeluarga serta kita semua aamiin YRA 😇🤲
Capek gua denger cb kl dl pemerintah ini, coba kl dl itu, ya udahlah, pemerintah salah, udah kejadian, sekarang solusinya apa?
Masih ada yg travelling
Borong masker, sanitizer, alcohol swab
& mindset lbh takut tuhan
Penyebaran korona ga hanya salah pemerintah
Salah satu alasan mengapa virus Corona tidak menyebar di Rusia 🇷🇺, meskipun ada di perbatasan China ....
dokter² di bandara Moskow .... menunggu setiap pesawat Dan memeriksa penumpang Yang datang.
Karena Mereka Faham
Virus Corona Bukan Untuk Lelucon
“Solusi menghadapi Corona itu penegakkan khilafah”
Benarkah?
“Jaman Khalifah Umar ada wabah Amawas yg bermula dari Palestina terus ke Syam & menyebar ke area lain. Sekitar 30 ribu orang wafat termasuk sejumlah nama besar Sahabat Nabi Saw. Jadi, memang solusinya bukan khilafah”
“Bukannya mati itu sudah ketentuan Allah. Kita semua pasti mati. Kenapa takut Corona?”
Benarkah? Bagaimana kalau gini?
“Mati sudah pasti. Tapi penyebab & caranya kita gak tahu. Kalau kena Corona, kamu malah berpotensi mati dan menulari keluarga & kawanmu utk mati juga. Mau?”
“Lebih baik saya mati saat shalat di Masjid, daripada mati takut kena Corona”
Benarkah? Bagaimana kalau gini?
“Corona itu gak bikin kamu mati seketika. Ada proses inkubasi 14 hari. Kamu mgk ketularannya di Masjid, terus dirawat di RS, dan matinya di kasur. Ini bukan jihad lho!”
“Kenapa masjid ditutup, padahal mall /warung tetap buka?”
Benarkah? Bagaimana kalau gini?
“Masjid ditutup, kita masih bisa ibadah di rumah. Jumatan diganti zuhur itu ada tuntunan syar’inya. Tapi kalau mall/warung ditutup, apa opsi lain utk memenuhi kebutuhan primer sehari2?”
“Di daerah kami belum masuk zona merah, gak ada yg kena Corona, kenapa shalat Jumat ditiadakan?”
Gimana kalau logikanya gini:
“Selama belum ada test massal yang hasilnya terbukti kampung anda aman, maka semua orang dianggap berpotensi membawa virus corona meski terlihat sehat?”
“Kami tidak takut pada Corona. Kami hanya takut pada Tuhan”
Benarkah? Bagaimana kalau gini:
“Saya & keluarga takut kena Corona sehingga tak lagi sempat beribadah padaMu & tak bisa lagi bermanfaat utk sesama, padahal dosa kami menumpuk —tak tahu surga atau neraka yg menunggu?”
Pagi ini baca baca di WAG dokter, satu per satu dokter menghembuskan nafas terakhir dengan #COVID19 positif. Berita terakhir dokter spesialis saraf yang baru berusia 34 tahun.
Turut berdukacita yang sedalam dalamnya 🙏