Halooo buat yg masih percaya kalau cabut gigi bisa kena saraf mata, otak, atau lain-lainnya bisa baca ini. Thank you, if you have any question feel free to ask me!
Saraf yg mempersarafi gigi tuh adalah saraf ke-5 (Trigeminal) dri 12 cabang saraf di otak, 1 cabang besar ini bercabang lagi jd 3:
1. Mata
2. Rahang atas
3. Rahang bawah
Berkesinambungan betul tp beda jalurnya, sekarang udah tau kan gimana.
Jd cabut gigi kena saraf lain? Hoax ya.
3menit pertama nyari sinyal
13menit kedua ngobrol dikit sambil ngantuk2 dia udh kurang 2 strip 😭
7,5jam berikutnya bahkan dari pertama angkat udh ga sadar gada respon
segini banyak isinya cuma gue dengerin orang tidur sabar bgt gue mah ya 🥲
Independent women ga butuh yang love languagenya gift giving.
Butuhnya quality time, act of service sama physical touch. Ketiga itu terpenuhi, tamat sudah auto bucin gue.
after a break up, you really need to sit yo ass down and let that hurt subside, cause man you will ruin so many lives trying to force yourself to move on. crazy to say it, but it’s okay to miss that man/woman. they were important to you once upon a time!!!
Gw baru tau tentang ini dari dokter temen gw dan langsung bikin gw mikir panjang.
Jadi temen gw cerita soal neneknya yang meninggal beberapa bulan lalu.
Neneknya itu tipikal nenek Indonesia yang hidupnya buat keluarga. Masak tiap hari. Ngurusin cucu. Selalu ada buat semua orang.
Kakeknya meninggal duluan. Dan dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah itu neneknya menyusul.
Dokternya bilang secara medis tidak ada penyakit berat yang jelas. Jantungnya tiba tiba melemah drastis. Gejalanya mirip serangan jantung tapi bukan serangan jantung biasa.
Dan dokter menyebut kemungkinan Broken Heart Syndrome.
Gw waktu itu kira itu istilah kiasan. Ternyata ini kondisi medis yang nyata. Namanya Takotsubo Cardiomyopathy. Dipicu oleh stres emosional yang sangat berat kehilangan orang tercinta, dikhianati, trauma mendalam sampai hormon stres membanjiri tubuh dan literally melemahkan otot jantung.
Gejalanya persis serangan jantung. Nyeri dada. Sesak napas. Tapi penyebabnya bukan penyumbatan pembuluh darah. Penyebabnya adalah patah hati yang terlalu dalam.
Dan ini yang bikin gw mikir soal Indonesia.
Kita punya budaya yang sangat tidak mengakui luka emosional sebagai sesuatu yang serius.
Ditinggal pasangan? Udah move on aja.
Kehilangan orang tua? Ikhlasin.
Dikhianati? Jangan lebay.
Stres berat? Semua orang juga stres.
Kita dibesarkan untuk menganggap bahwa perasaan itu bisa ditelan dan dilanjutkan. Bahwa yang kuat adalah yang tidak kelihatan hancur.
Tapi tubuh tidak bisa dibohongi.
Semua yang kita telan itu disimpan di suatu tempat. Dan kadang tempat penyimpanannya adalah jantung kita sendiri.
Nenek temen gw mungkin tidak pernah bilang dia patah hati setelah ditinggal suaminya. Mungkin malah bilang baik baik aja. Mungkin tetap masak. Tetap senyum. Tetap kelihatan kuat.
Tapi tubuhnya tau. Dan tubuhnya tidak sekuat yang dia tunjukkan.
Broken Heart Syndrome itu bukan cerita dongeng romantis.
Itu peringatan bahwa duka yang tidak diproses dengan benar bisa membunuh.
Ini menarik.
Pernah denger Broken Heart Syndrome belum?
Sindrom ini gejalanya mirip serangan jantung*, tp dipicu sm stres yg sangat berat shgg hormon stres yg dikeluarin memengaruhi kerja ventrikel kiri.
Biasanya dipicu oleh dukacita, patah hati, dikhianati, sakit hati, dll 🥺
@abcdefebrii@tanyakanrl Aku pas 3 minggu masih kacau bgt kak butuh waktu berbulan2 baru bisa normal dan baik2 aja tapi kadang kalo relapse ya berasa lagi 😭 jalanin aj ya ka nti jg bisa, aku tau ngomong doang mah gampang sih tpya gmn 🥲
@maletsemana Some people walk away from breakups like they lost a chapter.
Others feel like the whole book burned down.
But the strange thing about heartbreak is that every time it ruins you, it also remakes you a little.
Three lives in… you’re probably stronger than you realize. 👍