astaghfirullah yaAllah naudzubillah min dzalik
yaAllah mau ramadhan loh ini. even warga Gaza belom hidup normal sama sekali, bombardir lanjut, genosida lanjut, musim dingin dan badai juga dateng, bayi bayi mati kedinginan, dan ini malah dukung zionis biadab dan proyek penghabisan Gaza????
YAALLAAAHHHHHHHHHHHHHHHH
@tanyakanrl bininya juga mikir "kirain kalau nikahin yg lebih tua dia bisa lebih ngemong, lebih pinter, ternyata sama aja masih harus diomelin dulu baru ngerti" 😭😭😭
zaman sekarang, banyak banget yg membuat narasi..
“traveling-lah.. krn hidup muda ga bakal terulang..”
“traveling lah supaya ada ada cerita pas tua”
“ini alasan gua ga nabung, tapi lebih memilih traveling”
“gua frugal living, hanya demi bisa traveling kesini..”
pliss narasi kayak gini jangan ditelan mentah2. beberapa dari mereka memang hidup dari konten traveling itu sendiri.
perencanaan finansial itu harus dipelajari bener2, ga bisa pake ‘nafsu’ sesaat atau impulsif.
banyak dari audience nya mengira, bahwa kalau uangnya dihabiskan untuk traveling maka hidupnya bisa lebih tenang, damai..
enggak bro, selama uang yg lu pakai itu masih ‘dipaksakan’ utk traveling, gak yakin 100 persen, lu bener2 bisa nikmatin traveling itu tadi, yg ada lu kepikiran terus selama lu liburan
🙃🤡
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. 🩷