Agak nangis tapi akhirnya pelan2 membaik, suami makin sehat, ku pun merasa lebih enakan, mulai sama2 masuk kerja, kotoran atap juga mulai dibersihin nyicil walupun blm sempurna bgt tp okelah udah bisa aktivitas di dapur🥹🥹
Yaaaaa namanya juga idup huf☺️😅
Diketik H+7 pulang dr jkt, energi beneran abis, stresss! Sampe rumah mau bobo, belanja ke pasar, meal prep tp jam 1 nginjek rumah, jam 2 atap ambrol 😩 jam 2 jg suami demam tinggi bgtt lanjut bobo pikir besok aja deh, tp besok aku tepar jg, dahlah urusan atep nanti dulu deh😩😭
this morning (and everyday, cz i dont drive) an ojol took me to work. then i saw this slight rip on his jacket, and i cried. maybe, that rip shows how hard he works for his family .. and to think that one ojol was brutally murdered by the cops last night.. god rest his soul💔🥀
A mother joins thousands of protestors who are demonstrating against the government in Jakarta, Indonesia 🇮🇩.
At least one person has been killed and over 50 have been injured in the country's capital after days of unrest.
Saya bukan kritikus film, jadi izinkan saya berbagi perasaan dan pengalaman pribadi saja untuk menjawab pertanyaan ini. Tentang film Sore, amat jarang ada film yang membuat kita kesulitan menampung luapan pikiran dan berbagai emosi sekaligus. Ia memenuhi indra, logika, dan jiwa pada saat bersamaan, lalu meninggalkan jejak rasa yang kuat dan bertahan begitu lama.
Film Sore memanjakan mata dengan visual yang begitu indah. Bukan hanya lansekap indah Kroasia dan Finlandia (dan juga Tebet Eco Park 😉), namun lokasi dalam ruangnya pun indah. Sedangkan telinga kita dibuai oleh musik-musik yang menawan. Lagu Terbuang Dalam Waktu oleh Barasuara menjadi bagian tak terpisahkan dari film ini. Lagu yang kini menjadi jembatan memori bila kita ingin mengulangi perasaan yang sama namun belum sempat menonton kembali filmnya.
Film Sore juga mengundang kontemplasi berkelanjutan bahkan setelah kredit akhir bergulir. Begitu banyak mengapa dan bagaimana yang terus menerus muncul dalam pikiran, membuat kita mencoba merajut sendiri makna yang lebih dalam dari setiap adegan dan rangkaian kisahnya. Tapi tak hanya logika, perasaan pun ikut terpantik oleh film ini. Manis, getir, luka, bahagia, nestapa, dan cinta memenuhi hati hingga sulit diungkapkan dengan kata.
Begitu banyak tangan ikut berperan dalam mewujudkan film ini, jejak-jejak dedikasi dan cinta para pembuatnya tampak di dalamnya. Kedua pemeran utama, Sheila dan Dion, menampilkan performa yang membuat kita larut dalam perjalanan emosional mereka. Namun, figur sentral dari keseluruhan visi artistik ini adalah sang sutradara, Yandy Laurens. Mungkin film inilah yang akan menobatkannya sebagai maestro.
Bila kita mengadopsi analogi dari film itu sendiri, maka film Sore, dengan segala kompleksitasnya, adalah Jo. Kita adalah Sore, yang enggan berlalu dari film ini. Dan, Yandy adalah Waktu, yang mengizinkan dan memungkinkan kita mengalami perasaan bersama film ini, berulang kali.
Bisa menikmati film ini adalah sebuah privilese, sebuah kemewahan, dan kita berterima kasih pada mereka yang telah bekerja menghadirkan mahakarya ini. Maju terus perfilman Indonesia!
to live in indonesia is to live in anger, fear, and anxiety. civilians are captured and murdered, innocent people are jailed, workers are exploited. it’s as if you must choose between be submissive and corrupted or good and die.
they’re killing us. body and spirit
Do you guys have that ONE random, silly, absolutely unserious internet post that just lives rent-free in your head and you still giggle every time you remember it????? Mine is that ShopeeFood dude sitting with his legs crossed, captioned as "Cililitan Murphy"