menahan diri buat tetap beradab di saat hati lagi panas panasnya itu butuh kedewasaan kelas tinggi. staying polite to someone who hurt you isn't a sign of weakness, it's a proof of high class and self-control.
kita emang ngga bisa mengontrol mulut orang lain yang asal ceplos, tapi kita punya kontrol penuh atas cara kita merespon. ketika kita milih untuk tetap sopan dan engga merendahkan diri setara, dengan ketidaksopanannya, di situ udah menangi telak.
gue tuh sering banget milih “yaudah” buat hal-hal kecil. salah pesenan, makanan nggak sesuai request, atau sesuatu yang sebenarnya nggak gue suka, biasanya gue biarin aja. bukan karena nggak bisa protes, cuma gue terbiasa memaklumi. mungkin karena itu juga, gue berharap suatu hari nanti, saat hidup lagi berat dan gue serba salah, ada orang yang juga bisa ngerti dan memaklumi gue.
Ada hari ketika kita merasa belum menjadi siapa-siapa. Namun mungkin hidup memang bukan soal menjadi seseorang di mata dunia. Cukuplah menjadi manusia yang tetap menjaga hati, meski dunia berkali-kali mengujinya.