Ada anak yang tumbuh dalam fatherless dan mother wound, ketika dewasa, kadang bukan hanya kehilangan sosok orang tua. Tetapi juga kehilangan banyak hal yang seharusnya dia pelajari dari sebuah hubungan yang aman. Dia mungkin tumbuh menjadi seseorang yang: Sulit percaya pada orang lain, takut ditinggalkan, terlalu membutuhkan validasi, sulit berkata "tidak", merasa harus selalu kuat, atau terbiasa memendam semuanya sendiri.
“jangan nikah cuma karena cinta. nanti kalau dia berubah gimana?”
men will disappoint you. somehow, someway
makanya kalau ngomongin marriage, jangan cuma lihat dari sisi romantisnya. lihat juga apa yang kalian bangun bareng: social circle, career, financial stability, family, dan future
love is a feeling, and feelings can change. yang hari ini sayang banget belum tentu lima atau sepuluh tahun lagi masih sama
bukan berarti harus takut sama cowok atau menganggap semua cowok bakal berubah. just be smart about who you build a life with
pilih pasangan yang bisa grow bareng kamu, punya reputasi yang baik, financial sense, koneksi yang sehat, dan family values yang sejalan
dan please, jangan sampai pernikahan jadi satu-satunya sumber security kamu. build your own life too
love is nice. but compatibility, character, financial stability, and mutual respect matter too
Mungkin bentuk paling tinggi dari ketenangan adalah saat kita nggak lagi sibuk mencari pengakuan dari orang lain—nggak harus dipilih, dikagumi, dibutuhkan, dicintai, dimengerti, atau disetujui. Cukup tahu nilai diri sendiri tanpa menunggu orang lain mengakuinya.
Ya Allah, jauhkanlah aku dari terlalu banyak berpikir dan rasa cemas yang berlebihan, serta anugerahkanlah kepadaku ketenangan hati dan ketenteraman pikiran
Aku sekarang mulai ngerti kenapa orang bilang jangan terlalu menggantungkan bahagia ke orang lain. Karena kalau dia berubah sedikit aja, kita bisa ikut berantakan padahal hidup kita harusnya tetap jalan.