@BuswayFansC ada potensi ngga ya harmoni sentral dibalikin lagi jadi stasiun "sentral" atau karena skrg udh banyak halte yg nampung berbagai koridor jadi udh ga berasa "sentral" lagi?
kalo negaranya waras justru yg ga punya skills dan entry level yg dapet UMR karena literally UMR adalah upah MINIMUM regional, jadi yg gak punya skills y gajinya mentok upah MINIMUM.
Tapi di negara jelek dan rakyatnya demen hidup melarat, buat dapet MINIMUM AJA HARUS SKILL DEWA.
@SinFourth__ sebetulnya normal klo pada 'sepakat' naikin jkw karena yg bakal dilawan itu 'common enemy' ky wowo yg modalnya gede ga sih. jadi harus galang kekuatan
what if Indonesia di dunia alternatif, soekarno membuat pondasi:
1. revolusi agraria sawah kebun ternak
2.pabrik untuk industri berat sandang pangan infrastruktur teknologi otomotif militer
3.pendidikan dan kesehatan
4.menghentikan dalang² G30SPKI
5. ga mabok kekuasaan+korup
Padang yang APBD nya cuma Rp3 T tahun ini tapi bisa bikin Trans Padang sampe punya 6 koridor : Pemdamu aja yang skill issue 🤣🤣🤣
Foto jaringan rute dari Transport For Padang.
- Ada orang-orang yang nunggu jam 20.01 biar tarif LRT turun jadi Rp10.000.
- Ada orang-orang yang bela-belain naik Busway sebelum jam 07.00 pagi biar hemat Rp1.500.
- Ada Ojol yang motornya disita petugas saat nganter makanan demi ngejar setoran.
- Ada yang checkout pas tanggal kembar (7.7, 8.8, dst.) demi gratis ongkir dan cashback.
- Ada yang numpang Wi-Fi gratis buat hemat kuota internet.
- Ada yang sengaja transfer lewat bank atau QRIS tertentu biar bebas biaya admin.
- Ada yang memilih bayar pakai metode pembayaran tertentu demi dapat cashback atau poin.
- Ada kurir yang tetap narik meski hujan deras karena kalau berhenti, penghasilannya ikut berhenti.
- Ada orang yang nunda makan siang supaya uangnya cukup sampai akhir bulan.
- Ada orang yang membandingkan harga di beberapa minimarket cuma buat hemat beberapa ribu rupiah.
- Ada orang tua yang menahan beli kebutuhan sendiri supaya uang sekolah anak tetap aman.
- Ada pedagang kecil yang tetap buka sampai larut malam berharap ada pembeli terakhir.
- Ada pekerja yang lembur bukan karena ingin, tapi karena butuh tambahan penghasilan.
- Ada keluarga yang menghitung pengeluaran harian sampai ribuan rupiah supaya kebutuhan bulanannya cukup.
- Ada orang yang rela antre panjang demi dapat sembako atau barang yang lebih murah.
- Ada orang yang berburu promo belanja karena selisih puluhan ribu sangat berarti.
- Ada pekerja yang jalan kaki beberapa kilometer demi menghemat ongkos transportasi.
- Ada orang yang menunda ganti HP atau motor karena uangnya diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga.
- Ada yang bawa bekal dari rumah supaya uang makan bisa dihemat.
TAPI ADA JUGA ORANG YANG NUMPUK 74 KILOGRAM EMAS DIRUMAHNYA !!!
OH INDONESIAKU !!!
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
Lebih penasaran kerja kakek neneknya apa kok bisa sebelum kemerdekaan punya tanah seluas itu yg mungkin dari saking luasnya sampe ditarget orang2 PKI buat reformasi agraria
Mungkin satu-satunya cara membubarkan dinasti politik dan tribalisme kedaerahan is to dilute the locals.
Jakarta terbukti berhasil. Warga lokalnya orang Betawi, tapi mayoritas penduduknya udah tercampur-campur sama banyak suku.
Isu "akamsi"nya masih ga ada apa-apanya dibanding daerah lain. Gausah jauh-jauh, geser dikit ke barat aja ketemu Banten.
I could be wrong though
Transportasi umum pada hakikatnya adalah untuk semua kalangan, pemerintah wajib menyediakan layanan transportasi publik yang setara, baik perjalanan rutin ke kantor ataupun berwisata.
Mau kamu ke kantor, ke sekolah ataupun pacaran, semua boleh naik kok. ☺
^d
Pembaca buku yang dirahmati Allah.
Jangan kalian sekali-kali percaya akan sejarah yang dituliskan dalam film ini.
Tidak ada namanya wanita Gerwani motong dan nyilet-nyilet badan para jenderal yang tewas.
Tidak ada wanita Gerwani itu menari telanjang di Lubang Buaya.
Tidak ada itu lagu Genjer-Genjer dinyanyikan di Lubang Buaya.
Bagaimana kita bisa tau? Yuk kita belajar lagi dari buku sejarah yang bukan di tulis oleh penguasa. Mari berpikir kritis dan memaki-maki penguasa.