inilah cok alasan pemerintah indo ngacak-acak kurikulum, racunin anak-anaknya lewat embege, dana pendidikan dialihin, mahasiswa di brainwash to think they’re programmed to be a corporate worker magang magang magang ya karena kalo pendidikannya better bocahnya pada protes gini su
“Ben beyaz bir erkeğim ... Dürüst olmak gerekirse, sosyal konut bölgelerinde yaşanan şiddet hakkında konuşurken bazen neredeyse rahatsızlık hissediyorum; çünkü bunu bizzat deneyimlemedim. Bugün Fransa'nın pek çok yerinde görülen o yoksullukla kıyaslandığında, bir bakıma ayrıcalıklı bir konumdayım.
Herhangi bir şeyin temsilcisi olmak istemiyorum; ben sosyal medyanın bir ürünüyüm ve bunun gayet iyi farkındayım. Öğrenci eylemlerinin ve blokajların etrafındaki o enerji dağıldığında, ben de onunla birlikte silinip gideceğim.
Tek umudum, belirli insanları mümkün olan en iyi şekilde temsil edebilmiş olmamdır.“
🔴 Mobilisation des lycéens :
"Je ne veux pas être représentant de quoi que ce soit, moi je suis un produit des réseaux sociaux, j'en suis conscient. Dès que la vibe des blocus disparaitra, je disparaitrai avec", affirme Elwan dans #LaGrandeConfrontation
Sederhana tapi influencer Indonesia ga bisa: Punya self awareness untuk ga cari muka.
Anak SMA yang viral ini bilang “saya tidak merepresentssikan siapapun. Saya viral karena sosmed. Begitu gerakan ini selesai, saya juga tidak akan muncul lagi”.
Di Indo influencer berlomba-lomba jadi Lisan Al-Gaib
Bayangin ada demo di Indonesia, terus walikota turun bukan buat ngonten, atau caper ngobrol sama demonstran dan polisi.
Tapi langsung melerai pas lagi panas-panasnya demo.
Btw anak SMA ini bikin gerakan perlawanan baru. Mereka framing polisi melanggar hukum. Karena mukulin anak SMA itu by law kekerasan terhadap minor 😂👍
Tapi kalau di suatu negara sih apa boleh buat ya. 170 orang mati di stadion aja endingnya gak terjadi apa-apa.
https://t.co/O6WehxaOH1
Buat yang ga ngikutin demo di Perancis:
> Murid SMA protes karena terlalu banyak jam kosong di kelas akibat kekurangan guru. Tiap bulan minimal ada total 2 hari jam kosong bahkan sampe seminggu karena gurunya work life balance ambil cuti tapi gaada pengganti.
> Murid SMA muak karena tiap 1 guru harus ngajarin 35 murid. Mereka anggap ini rasio yang tidak efisien. Di Indonesia, 1 guru bisa ngajar >40 murid
> Murid SMA sadar kalau penyebabnya anggaran pendidikan yang kecil. Bahkan saat musim panas aja AC sekolah mati karena gak punya anggaran bayar listrik.
> Belum lagi setelah mereka lulus SMA dan mau jadi sarjana, itu sistem kuliahnya Gacha. Gaada test kayak di Indo. Mereka sistemnya tulis 10 jurusan dan kampus yang mereka mau, lalu nanti sistem yang ga transparan bakal pilih random sesuai ketersediaan kuota. Mereka frustasi sama ini.
> Teknik demonstrasi yang mereka lakukan adalah menduduki dan memblokade akses SMA dan Universitas terkenal. Salah satu SMA yang diduduki adalah SMA alumninya 5 mantan presiden Perancis. Kalau di Bandung Ibarat blokir SMA 3 dan 5 dan kampus ITB.
> Ada tokoh kanan yang ambil momentum nyalahin imigran, tapi gak kemakan narasinya sama anak SMA ini soalnya gak nyambung.
> Jadi makin viral karena salah satu video wawancara demonstran viral. Seorang anak SMA kulit putih di sekolah elite pusat kota Paris, tinggal di gated community, tapi narasinya pro minoritas, gerakan kiri, dan solidaritas terhadap rakyat kecil.
> Ketidakpuasan ini makin parah karena generasi boomers Perancis makanin uang pensiun dari pajak yang dibayarkan generasi muda. Sementara generasi muda gak ngerasa dapet apa-apa dari pajak.
> Menjadi titik balik gerakan kiri terbesar di Eropa. Sebuah sintesis dari dialektika anti-tesis gerakan ideologi kanan yang populer 1 dekade terakhir. Bisa kita bilang "The Leftist Spring" karena hal serupa terjadi juga di Jerman.
Di Indonesia sulit ada hal kayak gini karena sejak awal gaada dialektika Ideologi. Yang ada adu retorika makna Pancasila. Semua ideologi fafifuwasweswos maknanya 🤣
baru di rezim ini, wapres terbukti ga punya ijazah tapi gabisa didiskualifikasi krn udh terlanjur jadi wapres. baru di rezim ini, pembakaran hutan udah berbulan2 blm selesai tapi status bencana nasional ga kunjung ditetapkan.
Eh ini lesson buat kita semua millenials gen-z, gen alpha ya. Never trust politicians and everyone who dabbled on it. Jangan mengkultuskan nama/pribadi mereka, sekeren apapun gagasan ataupun tindakannya saat ini. It's all about money for them. Let's break the cycle.