Bukankah dalam hubungan harus saling mencoba memahami? Bukankah lebih bagus jika sama2 tau bagaimana sifat masing2?
Atau apakah pemikiran Saya ini terlalu egois?
In the end of the day, yang salah pasti saya, yang tidak mengerti pasti saya, yang "tidak" Sayang padanya lagi pasti saya, yang bicara selalu marah pasti saya, yang berfikiran buruk pasti saya, yang "hilang" Cintanya pasti saya.
Apakah "kita" harus "saya" yang harus terus mengusahakan?, apakah demi "kita" ingin "saya" Harus mati?
Apakah dalam "kita" Seorang "saya" Harus hancur?