Fun Fact
Anggaran MBG tahun 2026 mencapai Rp335 triliun
Jika dana sebesar itu dialokasikan untuk bayar UKT Rp10 juta per semester, maka: 4,18 juta mahasiswa bisa kuliah gratis sampai lulus S1
Setiap tahun, lulusan sarjana di Indonesia cuman 1,2 juta
Jadi, Anggaran 1 Tahun MBG bisa membiayai seluruh mahasiswa angkatan 2021, 2022, dan 2023 💀
Gue sih eneg denger teori2 gini, karena asumsi pertamanya pemerintah ini pinter. Which menurut kepercayaan saya sih enggak. Lagian kaga perlu jeblokin rupiah juga mayoritas orang indo kaga mampu ke luar negeri kecuali jadi TKI.
GM
Ada teori gila kenapa rupiah anjlok banget.
Gw lupa gw baca teorinya dari mana, tapi harusnya di twitter sih, karena teori nya degenerate banget.
Teori nya gini:
Rupiah sengaja dibikin super lemah, biar orang” indonesia ga bisa ke luar negeri, mereka terpaksa cuma kerja di dalam negeri aja dan terpaksa ceming karena mereka ga bisa ngapa-ngapain.
Ini semua disengajai oleh pemerintahan indonesia buar bisa meng-kontrol masyarakat indonesia biar mereka terbiasa hidup di kondisi susah (mirip amerika sekarang) jadi kalau misalkan pemerintah bertindak sedikit benar, atau rupiah udah mulai baik lagi, orang-orang pada langsung pikir “pemerintah the best” atau apa kek.
Mungkin lu pikir, ngapain indonesia ga bolehin orang” ke luar negeri?
Alasan 1) kalau orang ke luar negeri, orang” tersebut bakal punya pandangan keterbukaan dan hubungan bebas, seperti toleransi antar ras, toleransi antar orang LGBT, dan makin jauh dari agama. (Dimana indo kalian tahu salah satu negara mayoritas muslim terbesar di dunia)
Alasan 2) pemerintah indonesia mau mengkontrol pikiran masyarakatnya, dan mereka ga bisa ngontrol masyarakat kalau mereka punya pikiran bebas, mereka mau mentalitas masyarakat indo dibikin kayak “yaudah lah gw terima aja”.
Alasan 3) Mendatangi dan meningkatkan investasi luar. Rupiah dibikin anjlok sama pemerintah biar perusahaan luar bisa investasi di indonesia dari segi bisnis long term, menguatkan posisi pemerintah indonesia sebagai supplier dunia.
Gw sih ga percaya, kalau tiba” viral, gw ga tanggung jawab sama post ini ya 🗿
“Buku yang bagus itu sebetulnya novel. Karena di situ ada logika, ada estetika, ada sejarah, ada humor segala macam. Novel itulah yang membuat kita ‘bergentayangan’ di dalam alam yang tidak bisa dinegosiasikan.”
Rocky Gerung,
Mas, samean Debunk Habibie pake "ada ekonom yang bilang" tanpa nama, tanpa jurnal, tanpa data.
Iku bukan debunk mase, itu appeal to anonymous authority. Gosip warung kopi yang dikasih diksi akademik.
Mau serius? Sebutin dong nama ekonomnya, aku penasaran.😁
Suku bunga 70% itu memang obat pahit dan mahal mas.
PHK, aset dijual, rakyat susah. Aku dewe akui itu.
Tapi hasilnya rupiah dari Rp17.000 balik ke Rp6.500 dalam 17 bulan.
Mas bilang "kemenangan semu" . Ya wis oke, mas punya resep yang lebih bagus dengan biaya lebih murah? Sebutin. Kritik tanpa solusi itu cuma keluhan lho mas😁
Samean yo trauma miskin era 98 , valid mas, aku yo ngalami bolpen pilot hitam dari Rp400 berubah jadi Rp1100-Rp1500, gimana2 harga2 yang lain, kalo dipikir2 orang tua kita pasti lebih pusing lagi mikirin hal begitu. Waktu itu aku yo sik cilik mas
Tapi kemiskinan itu warisan Soeharto 32 tahun: KKN, utang swasta jangka pendek, perbankan rapuh.
Habibie cuma 17 bulan, mewarisi mess yang udah meledak.
Marah ke Habibie itu seperti marah ke dokter IGD karena operasinya sakit, padahal yang bikin kita masuk IGD orang lain.🙂
Tanpa kebijakan ketat Habibie, analis waktu itu proyeksikan rupiah bisa ke Rp 25rb bahkan sampe 30ribuan ke atas, capital flight lebih parah, kerusuhan lebih luas.
Bukan satu orang yang selamatkan Indonesia , tapi Habibie yang berani ambil keputusan berat itu.
Sekarang rupiah Rp17.500, dan banyak yang minta pemimpin jangan direpotkan kritik. Beda banget prioritasnya.😁
Habibie nggak sempurna.
Tapi dia ambil keputusan berat di situasi berat. Itu bukan heroisme semu , itu kepemimpinan.
Yang semu itu misal mau debunk tapi tanpa data.🙂😁
Karena di titik itu gue merasa, i don't wanna hangout with this friend anymore. Because it's so draining to see this stupid argument, and avoiding to talk about it. Because it shows how different our way of life, of thinking, and shows how ignorant it's to be like that.
Setelah semua show off kebodohan ini, sangat lucu untuk masih denger
"Yah kalo gue dulu milih anies/ganjar emang bakal beda, ujungnya sama ajalah"
And, at that point honestly i start to question, to which point we should still tolerate someone's political opinion?
"8+2 = 11"
"Sawit itu kan juga pohon, kan? Ada daunnya, kan?"
"Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasib nelayan."
"Orang desa tidak ada yang pakai dolar kok."
Empat kalimat bodoh, dan yang melempar keempat kalimat bodoh ini adalah orang yang memimpinmu saat ini.
The sprawling multi-ethnic archipelago cannot simply be given orders as if it were an army unit. It needs a leader who listens to many voices, rather than one who surrounds himself with yes-men https://t.co/3Rf4W3HXnX
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Berdasarkan putusan terbaru per 12 Mei 2026, Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Jakarta Ibu Kota Negara Indonesia.
FYI, anggaran untuk IKN per 2025 aja udah 75 triliun. Terus gak jadi apa-apa.
Bisa bangun berapa sekolah itu harusnya😭😭😭
I still remember when me and @imrenagi had nice hotpot dinner in Silicon Valley with Ibam 2016/2017, talking about grand vision and how tech can help build Indonesia 🥲
That day feels pre-historic now that Indonesia no longer have bright future, I truly believe #KaburAjaDulu is the way to save our children
@kudanielbintik Tapi yg bikin decide shift ya karena ngeliat prospek di dirgantara indo kureng, dan ngoding app jauh lebih asik dan gampang daripada ngitung mekanika fluida/aerodinamika
@kudanielbintik Idk if this called shifting career. 2021 awal masih mahasiswa aerospace engineering. Nemu interest di programming dari awal kuliah. Tapi baru decide buat serius belajar 2021. Simply because i can, i have the time, the resource is everywhere, so why not?