Kesadarannya semakin hilang, namun ada sedikit suara kecil dalam benaknya yang membuatnya ingin mendengar apa yang akan Dante ucapkan. Walaupun sepertinya ia tidak akan mengingat percakapan mereka keesokan harinya.
@adarnte
Mungkin terlalu banyak minum saat jamuan makan malam tadi, tapi tubuhnya terhuyung, sempoyongan.
Langkahnya tidak stabil, seperti bayi rusa yang baru lahir. Postur elegannya hilang, tersisa hanya wanita muda yang payah saat melangkah.
"Dan—"
𝑩𝑹𝑼𝑲—
⟹
@adarnte Ia masih bisa mendengar apa yang disampaikan oleh Dante, tapi otaknya sama sekali tidak bisa memproses apa yang dikatakan.
Matanya juga terasa terlalu berat sehingga ia hanya mengerang pelan lalu kembali tenggelamkan wajahnya di bahu sang tuan. "Mm?"
—
"Elle?" panggilnya di dekat telinga Elle. "Apa kau masih sadar?"
Mendadak ingin mengecek apakah kesadaran sang puan masih bersamanya atau sudah terbang entah ke mana.
(@stellarsonge)
aroma tubuh sang tuan yang tentu saja membuatnya merasa jauh lebih nyaman. Matanya terpejam, dan saat Dante mulai melangkah, Elle yakin tak lama lagi ia bisa tertidur.
"Kau tidak perlu minta maaf... Aku yang berterimakasih." Gumamnya sembari menggesekkan pipinya pada
—
@stellarsonge Ia tidak bisa melihat ekspresi sosok yang sedang mendekapnya erat-erat dari belakang, namun jika mendengar nada suaranya, ia percaya jika sang tunangan sedang mabuk.
𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘬𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳.
(—)
beranjak maupun mengubah posisinya. Ia saja sudah abai dengan seberapa kaku tubuh sang adam dalam pelukannya saat ini.
Apalagi yang bisa diharapkan?
@adarnte
"Tapi aku tidak bisa berjalan..." Nadanya merajuk, masih dengan posisinya bersandar sepenuhnya di punggung sang adam.
"Kepalaku sakit, orang-orang itu juga sangat berisik. Aku ingin pulang." Lanturnya melanjutkan, seolah-olah meyakinkan Dante kalau ia sama sekali tidak bisa
⟹
Tubuh mungilnya menabrak punggung lebar familiar. Iya familiar bagi sang puan karna punggung ini adalah punggung yang sering ia pandangi dari kejauhan.
"Oh... Kau di sini rupanya.." Gumamnya. Kedua tangannya melingkar di pinggang sang tuan, matanya terpejam saking peningnya.
⟹