"kenapa harus cari temen yang setara?"
agar bicaramu tidak dianggap sombong, impianmu tidak di sepelekan, travelingmu tidak dianggap pemborosan, gaya hidupmu tidak menjadi julidan, dan pencapaianmu tidak membuatnya cemburu, justru bahagiamu menjadi bahagia untuknya juga.
In order to enjoy life. Kita harus berpendidikan, baik formal maupun non formal. Tanpa adanya knowledge hidup ini not measurable, suffering. Tanpa tau apa yang ada di sekitar, kita hanya jalan melewatinya.
Bokap pernah ngajarin gue cara menghadapi orang yang nggak suka sama kita. Caranya agak unik: jangan selalu lawan dengan cara yang mereka harapkan.
Dulu Bokap pernah dijelek-jelekin dan disikut-sikut sama temen kantornya. Sampai suatu hari orang itu ulang tahun. Yang dilakukan bokap justru beli kue & hadiah dan memberikan langsung ke orang tersebut.๏ฟผ
Kamu belajar diam bukan karena kamu tenang, tapi karena kamu sadar bahwa orang yang bereaksi biasanya dihakimi lebih keras daripada orang yang menyebabkan reaksinya.
ngemis untuk ditelpon, minta dikabarin, minta diperhatiin, hingga akhirnya memilih untuk sadar diri.
bahwa berharap berlebihan dan rela melakukan apa saja demi dia, bahkan rela menjatuhkan harga diri itu
menyakitkan.
ternyata bener kata orang; siapa yang paling mencintai paling dalam maka dia lah yang berantakan.
@priewty The brain will do whatever it takes to survive, sometimes the result may not be the best, but it survives. I hope the future will be better and better.
suka banget sama trend "love should be fun".
karena jatuh cinta harusnya bikin hidup lebih ringan, bukan nambah beban pikiran. sebagai cewe kita semua butuh cowo pintar yang bisa dominan, cowo yang bisa kasih penjelasan logis tentang overthinking kita, yg ga lari/kabur pas ada masalah, yg bisa konsisten mencintai, yg ngga insecure dan terlalu santai, yg action dan effort nya nyata bukan cuma janji atau ucapan belaka, yg bisa jadi tempat pulang ketika lelah bukan malah adu "capek", yg engga menghambat pertemanan, pendidikan, pekerjaan dan paling penting SETIA !
karena pada akhirnya, cinta yang sehat bukan tentang siapa yang paling romantis. tapi siapa yang paling konsisten hadir, menjaga, dan bikin kita merasa aman. ๐ค
Orang dengan kemampuan analisis tinggi emang biasanya lebih cepet nangkep inkonsistensi, manipulasi, alasan muter2, logika yang lemah. Makanya mereka cenderung lebih direct + gampang frustrasi sama hal yang dianggap ga masuk akal.
Tapi orang cerdas โ bicara tajam.
@xendless_s Leadership itu seni keseimbangan. Terlalu dekat bisa hilang wibawa, terlalu jauh bikin tim merasa dingin.
Yang terbaik memang 'dekat sebagai manusia, tegas sebagai pemimpin'.
Semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin menusuk kata2 nya. Psikologi menyebut ini sbgai low tolerance for cognitive distortion.
Artinya org dgn kecerdasan tinggi sulit mentoleransi kebohongan, alasan palsu, dan logika yg lemah.
Otak merek terbiasa berpikir efisien dan langsung, mereka memotong drama dan langsung ke inti masalah, Itulah knp kata2nya terasa pedas.
Jadi apakah kamu termasuk orang cerdas itu? biasanya yaelah ini gue banget.
Ada saatnya kamu memilih menahan emosi.
Bukan karena kamu tidak marah.
Bukan karena kamu tidak terluka.
Tapi karena kamu tahu, saat emosi itu keluar, kamulah yang akan dianggap bermasalah.
Kita biasanya bisa lihat masa kecil seseorang dari cara dia bersikap pas udah dewasa.
Butuh validasi terus :
Dari kecil jarang diapresiasi atau dipuji. Perhatian cuma datang kalau dia โberhasilโ atau nurut ekspektasi.
Takut banget ditinggalin :
Tumbuh dengan kasih sayang yang naik turun. Hari ini disayang, besok malah diabaikan.
Terlalu mandiri, susah minta bantuan :
Kebiasaan ngadepin semuanya sendiri dari umur yang masih terlalu kecil.
Cepet defensif pas dikritik :
Besar di lingkungan yang lebih sering nyalahin daripada ngajarin.
People pleaser :
Dari kecil ngerasa cuma bakal disayang kalau dia berguna atau bikin orang lain seneng.
Susah percaya sama orang :
Kebanyakan janji yang dulu dikasih malah sering diingkarin sama orang tuanya sendiri.
Sikap seseorang waktu dewasa itu bukan cuma soal attitude.
Kadang itu adalah cara bertahan hidup yang kebentuk dari kecil, lalu kebawa terus sampai gede.
Baca satu cerita tadiโฆ
Kalau kita rasa capek banget, pikiran udah penuh, sampai bingung mau mulai dari mana buat beresin semuanya, coba biasain baca doa ini terus:
โYa Allah, tolong beresin apa yang aku udah nggak sanggup beresin sendiri. Longgarin semua yang lagi kusut dan nggak bisa aku urai.โ
โYa Allah, lancarin semua kesulitan yang bikin hidupku berasa berat dan terasa ribet ini.โ
Kadang kita tuh bukan nggak kuat, cuma hati sama pikiran yang udah kepenuhan banget.
Dan di momen kayak gitu, cuma Allah tempat paling pas buat kita cerita.
Tato itu "permanen" BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena ๐๐ถ๐ธ๐น๐๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฟ๐ผ๐ป๐ถ๐ ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐๐น๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐น๐ถ๐ฏ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐น-๐๐ฒ๐น ๐ถ๐บ๐๐ป.
Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik.
Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "captureโreleaseโrecapture" yang membuat tato bisa bertahan lama.
Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama.
Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati.
Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers - a Danish study of twins
jadilah berkelas, yang bisa melupakan seseorang tanpa kehadiran orang baru.
silent in public, mencoba untuk sembuh dan berdamai dengan diri sendiri, tanpa melibatkan seorang pun jatuh di dalamnya.
Gue gak pernah ngejelekin lo, gue cuma cerita soal sikap lo dan dampaknya ke gue. Kalau itu bikin lo keliatan jelek, ya itu cerminan dari kelakuan lo sendiri, bukan karena omongan gue.
Gue sharing apa yang gue alamin itu bukan karena gue pahit, tapi karena gue udah jelas ngeliat semuanya. Gue lagi nunjukin pola, pilihan, dan sikap lo yang udah kelewatan batas dan ganggu ketenangan gue.
Gue juga gak punya kewajiban buat jagain image lo, apalagi kalau dari awal sikap lo aja gak pernah mikirin keadaan gue.