🚨📣 Vozinha mengenai apa yang dia ucapkan ke Messi seusai pertandingan:
"Aku menghampirinya, dan bahkan sebelum aku sempat bicara banyak, dia langsung memelukku dan berkata: 'Kerja bagus. Kau kiper yang sangat hebat. Rakyatmu pasti sangat bangga padamu.' Mendengar hal itu dari sosok seperti Leo sungguh sangat berarti bagiku."
"Aku berterima kasih dan menjawab: 'Terima kasih, Leo. Kau yang terbaik.' Lalu aku meminta baju pertandingannya, dia tersenyum dan berkata: 'Tentu saja. Akan kuberikan padamu di lorong ganti.' Momen seperti ini akan selalu aku ingat seumur hidup." ❤️🇨🇻🇦🇷
Sungguh keindahan sepak bola dan kerendahan hati dua sosok luar biasa! ✨🤝
Gua mau berpendapat soal ini.
https://t.co/1eqRJVUY2X
Ketika dilantik as RT, gua dikasih tau bahwa ada beberapa warga yang selama ini memang kurang responsif. Kumpul2 warga gak datang, gotong royong tidak hadir, iuran sampah pun tidak.
Hal pertama yang gua lakukan adalah klarifikasi. Datang ke rumah warga yang tidak responsif, dan ngobrol2. Karena gua pikir, perlu tau duduk perkaranya.
Ternyata, masalah utama bukan mereka tidak mau berkontribusi. Kondisinya macam2, seperti Kepala Keluarga yang kerjanya di luar pulau, habis kena PHK, dan lain-lainnya gua gak bisa cerita disini.
Jadi, hidup dalam bermasyarakat, empati itu penting. Kondisi setiap keluarga itu berbeda2 dan tidak bisa dipukul rata. Kalo ada tetangga kalian yang kurang aktif, peran RT adalah kunjungi rumahnya. Cari tau alasannya.
Pasang spanduk kayak gitu, menurut gua tidak elok. Karena terkesan RT/RW disitu tidak mau memahami kondisi warganya.
Two Red Bulls in the top six at the Red Bull Ring 👏
We were in the fight for the win right until the end 🤏
Result | RUS, Max P2, ANT, PIA, HAM, Isack P6, NOR, LEC, LAW, LIN.
#F1 || #AustrianGP
Ada momen hangat dan menarik di sesi konferensi pers timnas Argentina jelang lawan Yordania.
Enrique Macaya Márquez, seorang jurnalis senior berusia 91 tahun yang bertanya kepada pelatih Argentina, Lionel Scaloni tentang kemungkinan dimainkannya Lionel Messi melawan Yordania besok.
Scaloni pun menjawab pertanyaan tersebut dengan penuh hormat:
"Dengan tulus, saya sangat senang dapat menjawab pertanyaan dari Anda. Anda telah meliput 18 Piala Dunia, itu sungguh luar biasa"
"Saya ingat ketika saya masih bermain di Argentina, Anda sudah menjadi tokoh terkemuka dalam dunia jurnalisme dan hingga kini Anda bahkan lebih dihormati lagi"
"Jika pertanyaan itu diajukan oleh orang lain, saya pasti akan menghindarinya, tetapi karena itu Anda, saya akan menjawabnya"
"Messi akan duduk di bangku cadangan besok. Selamat Enrique dan semoga Anda menikmati Piala Dunia ini."
Enrique Macaya Márquez adalah seorang jurnalis olahraga legendaris asal Argentina. Ia telah meliput 18 Piala Dunia FIFA secara berturut-turut, mulai dari 1958 di Swedia hingga Piala Dunia 2026 di benua Amerika. Sebuah rekor yang belum tertandingi oleh jurnalis manapun di dunia.
Kariernya dimulai sejak remaja, saat berusia sekitar 15 tahun sebagai pegawai magang di radio, kemudian naik menjadi komentator dan analis sepak bola, dan mulai meliput saat berusia 23 tahun dan masih aktif hingga kini.
Enrique bukanlah sekadar wartawan biasa, ia adalah sejarah hidup jurnalisme sepak bola Argentina.
Enrique adalah saksi mata evolusi olahraga tersebut selama hampir 70 tahun.
Enrique adalah inspirasi banyak orang karena dedikasi, umur dan karir panjangnya di dunia media, khususnya sepak bola.
Tolong jawab jujur : Apakah ini murni kesalahan karakter si anak, atau lingkungan keluarga yang menciptakan monster❓Gimana pendapat kalian??
-Pak Tata, Ayah Taufik ini punya empat orang anak
-Anak pertama perempuan, sudah meninggal dunia karena sakit
-Anak kedua laki-laki, masih hidup dan tinggal di Garut."
-Pak Tata bilang bahwa anak keduanya ini juga bermasalah, seorang pemabuk, sering berkelahi, dan sudah dua kali bercerai.
-Anak ketiga si Taufik Hidayat
-Anak keempat bungsu laki-laki juga, sudah meninggal dunia secara tragis akibat overdosis obat-obatan
-Kematian anak bungsunya inilah yang menjadi salah satu pemicu Bunda Taufik mengalami depresi berat hingga meninggal dunia.
-Kalau kalian pikir perlakuan ke mantan istrinya ini sudah kelewatan, tunggu sampai kalian dengar apa yang dia lakukan ke orang tua kandungnya.
-Sang ayah, Pak Tata, pernah nyaris kehilangan nyawa karena kepalanya dihantam balok kayu oleh Taufik saat sedang mencangkul di sawah
-Pemicunya apa? Sangat sepele dan tidak masuk akal. Taufik ini yang pengangguran mengamuk hanya karena di rumah nggak ada lauk ikan untuk dia makan.
-Gimana mungkin ada anak yang tega bertindak seberingas itu ke ayah kandungnya sendiri demi urusan perut.
-Ternyata asal muasal dari sikap beringas anak-anak Pak Tata ini dari pola asuhnya sendiri, toxic parenting alias pola asuh pembiaran.
-Pak Tata sendiri mengakui kalau sedari kecil Taufik ini adalah anak emas karena dianggap memiliki wajah yang paling tampan di antara saudara-saudaranya.
-Karena fisik yang rupawan itu, Taufik selalu dimanja dan dibela mati-matian oleh sang ayah setiap kali berbuat ulah atau bertengkar dengan tetangganya.
-Hasilnya, sikap buta itu justru mematikan empati Taufik. Dan tahukah kalian, siapa korban paling tragis dari semua kekacauan ini? Sang ibu !!
-Ibu kandungnya sampai meninggal dunia akibat depresi berat. Beliau hancur secara mental melihat kelakuan anak-anaknya.
-Ada yang overdosis, ada yang pemabuk, dan Taufik menjadi pelaku kriminal.
-Sang ibu sampai sering linglung berjalan tanpa arah ke pegunungan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi kita bisa lihat, kisah ini benar-benar nyata.
Gimana menurut kalian? Apakah ini murni karena karakter Taufik yang memang sudah cacat sejak awal atau lingkungan keluarganyalah yang menciptakan monster ini?
Kirain pengusaha mbg marah-marah benaran takut anak anak nggak dapat gizi, meski cuma semasa libur sekolah. Ternyata karena modal mereka belum balik, pegawainya ada yang cicil motor, dan masih banyak tagihan dari bank dan lainnya. Kalau libur sementara, jadi nggak ada cuan masuk.
@saludosparatii Contoh paling gmpng adlh konsep MBG, itu bkn hasil gagasan ataupun ide, melainkn cntoh dr owo si orang kaya mentraktir smua tman2ny mkan. Tdk peduli siapa diajak mkan. Tdk peduli masalah dan solusinya yg pnting makan. Masalahny skrng yg dipake uang rakyat wo bkn uang kamu suu..
Dari sini saya penasaran dengan background Pak Dino, karena sedari muda sudah berprestasi dan melalang buana. Ternyata saya temukan sbb:
>Ayahnya adalah Hasjim Djalal, salah satu diplomat Indonesia paling berpengaruh dalam bidang hukum laut internasional. Ia pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Jerman, dan PBB.
>Keluarga mereka berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat, sehingga secara etnis Dino berasal dari keluarga Minangkabau. (fun factnya kata Istri saya masih satu kampung halaman ama istri, kecamatan, Agam)
>Pak Dino lahir di Belgrade, Yugoslavia (sekarang Serbia) pada tahun 1965 karena ayahnya sedang bertugas sebagai diplomat.
>Masa kecilnya berpindah-pindah negara: Yugoslavia
Guinea, Singapura, Amerika Serikat, Kanada.
Ya, memang Pak Dino termasuk dari kalangan keluarga berpriviledge. Tapi beliau berhasil memanfaatkannya sebaik-baiknya sehingga bisa menjadi orang berpendidikan dan meniti karir yang tidak "karbitan", kalau pakai istilah Pak Anies.
@CNNIndonesia Bullying/perundungan itu ciri khasnya dilakukan oleh ‘pihak yg lebih kuat’ (bisa secara finansial, sosial, jumlah, jabatan, pengaruh, dst.) ke ‘pihak yg dianggap lebih lemah’
Membandingkan ejekan terhadap presiden (yg jelas tidak lebih lemah) dengan bullying, adalah cacat logika