“Orang yang kepribadian sempit, katak dalam tempurung, selalu ketakutan, hidupnya hanya curiga, tidak bisa lihat orang yang berbeda, tidak mampu bergaul dengan orang yang berbeda dengan kita, mereka itu adalah masa depan yang mengkhawatirkan.” - Sri Mulyani
Para Kiai & Gus, aktiflah di medsos melawan ujaran kebencian.
Para cendekiawan, aktiflah ceramah ke majelis ta’lim. Rebut kembali mimbar khutbah.
Para pakar, tulislah buku/artikel ilmiah-populer yg diviralkan utk melawan virus politisasi agama.
Islam Yes, Teroris No!
Bpk Presiden @jokowi saya usul u/ anggota Polri yg gugur tidak hanya diberi santunan utk keluarga namun anak2nya dijamin biaya sekolah oleh negara sampai selesai sarjana. Uang santunan akan habis dlm 3 - 4 tahun. Bantu RT kl setuju
Semalem baru liat video UAS yg bilang Kiai Ishom (Syuriah NU) belum sunat, belum haji, doktornya palsu, dipecat MUI, terkait kesediaannya jd saksi meringankan Ahok. Gw rasa UAS ini kian byk mengomentari apa yg ia tdk tahu.
Jika makhluk Allah itu hanya anda sendiri, tidak ada yang lain, apa anda masih narsis, riya', sombong, merasa lebih, iri dengki, cemburu, takjub pd diri, mengandalkan amal, ilmu, ma'rifat d karomah? Ataukah masih tersisa sifat2 tercelamu?
Para pendukung khilafah jaman now banyak yang menuduh terjadi kriminalisasi ulama saat ini. Tapi tahukah klean bahwa kriminalisasi ulama justru terjadi amat sangat parah pada masa khilafah dulu? Simak yuk skrinsut postingan dari facebook saya 🙏 (tolong kabari Dilan juga yah)
Tuhan gak butuh disembah tp aku tetap menyembah-Nya krn aku butuh merasa rendah. Tuhan gak butuh dibela dan aku tak membela-Nya krn aku tak butuh merasa unggul. Kalau ibuku dihina, aku akan membelanya krn kami sesama makhluk. Ibuku bukan Tuhan Yang Maha Segalanya