🚨 JUST IN: Ingat muka mahasiswa ini? Namanya Abdi, Mahasiswa UBK yg sempat bertemu Wapres Gibran di Istana.
Turns out, BEM mereka menerima uang suap dari uang Rakyat sebesar 300 juta.
IYA 300JUTAAA, DAN ABDI INI DAPET SEKIAN PERSENNYA. DUNIA UDAH GILAAA
#IndonesiaGelap
TERNYATA PERWAKILAN BEM UBK KEMARIN, YANG NEMUIN GIBRAN DI BAYAR POLISI GUIS, SEKALI LAGI DI BAYAR POLISI ANJG😭
DAN BEBERAPA MAHASISWA MENUNTUT DIA UNTUK DI 'DO'
idealisme terlalu murah.....
Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
Misal betul Julian Oerip & bbrp pemain diaspora potensial lainnya bersedia gabung timnas Indonesia, gue angkat topi sama John Herdman.
Artinya coach JH beneran pny kelebihan dlm hal komunikasi, krn bs secepat itu meyakinkan pemain2 muda ini untuk memperkuat timnas.
Beda bgt kaya dulu. Justin Hubner misalnya, butuh brp lama itu sampe akhirnya bersedia bela Indonesia.
Tp gbs dikesampingkan jg peran pemain2 senior spt Emil Audero, Kevin Diks, atay Jay Idzes. Keberadaan mereka di skuad pastinya bikin timnas terlihat lebih menjanjikan secara kualitas.
Ya keren sih klo bener. Makin optimis sama timnas era coach JH 👍🇮🇩
📽 putribungsu
Perayaan HUT Persebaya ke 99 tahun dinodai oleh OKNUM BONEK.
Kejadian semalam dimana saya dan ponakan dan kakak saya dianiaya. Saya diseret, di injek, ditendang.
HP dan tas ponakan saya raib🥲😭
APBN DIDUGA UNTUK KEPENTINGAN HASHIM
TVRI bayar Rp1,3 triliun dari APBN untuk hak siar Piala Dunia 2026, tapi masyarakat yang mau streaming lancar justru disuruh bayar lagi lewat paket BOLA GEMBIRA di Maxstream dan Folaplay. Ironis sekali wak.
Streaming sering error, putus-putus, buffering parah kali wak, bahkan login aja kadang susah tapi tidak ada kompensasi yang jelas bagi pelanggan yang sudah bayar. Siaran gratis di TVRI memang ada wak, tapi kualitas dan akses digitalnya jauh dari harapan wak, kadang lagi di jalan,atau dikantor mau nonton pun susah.
Yang Lebih parahnya lagi wak, penunjukan mitra OTT ini dilakukan tanpa tender terbuka, langsung ditunjuk sebagai MITRA STRATEGIS, mitra strategis kepala hashim iya, bayangkan wak Transparansi kontrak juga minim kali wak,ntah berapa sebenarnya nilai sublisensi yang dibayarkan Maxstream dan Folaplay ke TVRI? Jangan² hanya Rp1 miliar atau malah jauh di bawah itu wak? Kita sebagai rakyay tidak pernah diberi angka pasti, kan bangek. Uang pajak kita gak jelas dibuatnya.
Bayangkan wak TVRI bukan hanya menyiarkan, tapi juga aktif mempromosikan Folaplay yang kemudian bundling dengan IRA proyek yang berada di ekosistem Hashim. Uang negara dipakai untuk hak siar, lalu digunakan untk promosi folaplay dan keuntungannya mengalir ke platform swasta yang terkait kelompok tertentu itu wak.
Kalau ini dilakukan SCTV atau stasiun swasta lain, tidak masalah awak, sebagai pecinta bola sudah biasa bayar untuk nonton. Tapi ini pakai uang APBN, uang rakyat. Ketika gagal tayang lancar, tidak ada pertanggungjawaban yang tegas, kompensasi pun tak de, kan bangke.
Ini bukan Bola Gembira wak. Ini lebih cocok seperti Bola KKN, Kolusi, Korupsi, Nepotisme yang baunya sangat kuat kali akh, Tapi tak ada yang berani menyentuh karna terkait dengan PM.
Andai Uang Rp1,3 triliun itu, kalau digunakan untuk membangun jembatan, jalan, atau infrastruktur dasar di daerah, dampaknya jauh lebih nyata dan bermanfaat bagi rakyat. Bukan sekadar hiburan yang teknologinya saja masih error dan bobrok.
Ingat wak tvri itu milik negara Folaplay dan iran punya swasta, jangan sampai uang negara di pakai untuk memperkaya segelintir orang, jika kita diam wak, maka pola² yang sama akan terus di lakukan oleh penguasa serakah ini.
SEKARANG SAATNYA TVRI MEMBUKA SEMUA DATA MEREKA.JIKA TIDAK BERANI BERARTI BENAR TVRI TELAH ALAT UNTUK MEMPERKAYA HASHIM.
Rapat kerja yang membahas alokasi anggaran fantastis untuk Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak dinyatakan tertutup untuk umum dan media, Senin (15/6/2026).
~RS