"Itu tandanya kamu belum profesional, Mas!"
Saya pernah cerita ke dosen, kalo pernah di posisi hidup berantakan. Organisasi gak maksimal dan akademik turun nilainya. Rasanya kayak pengen nyerah.
Dan saya pun diberi nasihat kurang lebih begini:
"Kamu belum profesional, saat menyalahkan mata kuliah atau waktu yg sedikit. Yg salah itu bukan tugas kuliahnya atau organisasinya, tapi kamu mas, yg gagal memenej itu semuanya.
"Jangan jadikan gak suka atau sulit sebagai alasan. Itu adalah menu yg harus kamu habiskan. Kegagalan itu karena kamu sendiri belum bulat tekadnya untuk menyelesaikan tanggung jawab. Itu belum profesional namanya."
"Mas, tau tidak, saat memutuskan untuk kuliah atau ikut organisasi. Itu artinya sudah membuat kontrak. Coba itu yg perlu dipikirkan dulu. Cari masalahnya apa, cari solusi sampai ketemu. Harus punya alasan untuk tetap berusaha."
Ada masalah? Cari jalan keluar. Lagi demot? Istirahat bentar. Dan segera cari alesan buat tetep melakukan. Kadang banyak orang yg males/demot/capek, tapi mereka gak ada opsi lain selain tetep kerja.
yg sedihnya adalah kita masing-masing tuh sebenarnya punya banyak potensi dan impian... tapi semuanya gabisa berkembang maksimal karena masalah ekonomi dan finansial yang terbatas :") hiks.
pernah baca kalo hubungan ibu dan anak perempuan tuh emg complicated.
mereka saling ngerti sebagai perempuan, saling cinta sebagai anak ortu tapi entah bagaimana, juga saling menyakiti tanpa disadari.
kemarin denger sepupu yg lg ngobrol sama nyokap bilang “kita nih naluriahnya kalo cinta sama seseorg, pasti selalu ada rasa ingin memiliki. entah cinta ke pasangan maupun ke anak.
tapi yg banyak org gatau dan belum mampu, kalo rasa cinta itu ga cuma soal ingin memiliki, tapi tau kapan saatnya ‘melepaskan’
orang tua tuh mesti belajar ‘melepaskan’ anak dengan dunia mereka. kasih mereka kepercayaan. kasih mereka lepas.
betul, kita sebagai orang tua pasti ada rasa khawatir anak kita bakal kenapa napa. tapi coba biarin mereka belajar buat ngadepin masalahnya sendiri. apalagi kalo anaknya udah nikah”
disitu gue tertegun. iya ya. banyak org cinta yg tau rasanya ngejer utk ngedapetin hal tsb. tapi gatau kapan saatnya utk ‘ngelepas’ ketika waktunya dateng.
Hi ges! gue habis baca jurnal menarik. Ternyata self-acceptance / penerimaan diri berdampak banget sama kesehatan mental. Semakin kita menerima diri (termasuk menerima takdir yang Allah tentukan kepada kita), akan meningkatkan kesejahteraan hidup & menurunkan simtom depresi🥹
Aparat keamanan menembakkan gas air mata ke tengah kerumunan warga dan mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi di Semarang.
Stay safe para pejuang demokrasi.
Saat ini ada sebelas peserta aksi #KawalPutusanMK di Semarang yang harus dilarikan ke rumah sakit. Bagi yang ingin membantu peserta aksi dengan donasi, bisa melalui norek tertera.