ㅤㅤ
⊹ ࣪𐙚꒰ᐢ. .ᐢ꒱。⋆ connote the harmony that brims amid sincerity: beneath the uncommonly beau o' the moonbeam—she is the dame which stood there and told herself 'hey don't you worry, everything's going to be alright' continually once the moonbeam stood by ♡₊
ㅤㅤ
👩🏻: gue
🧔🏻♂️: bapak gojek
🧔🏻♂️: kuliah di fakultas apa kak? anak saya juga di ugm tapi fkkmk
👩🏻: saya di fisipol pak
🧔🏻♂️: wah anti pemerintah ya?
👩🏻: /ketawa karir
🧔🏻♂️: politik gitu ya?
👩🏻: iya pakk
waktu gue mo turun
🧔🏻♂️: tolong terus kritik pemerintah ya kak, jangan berhenti dulu
rill anjirr, gue ngeluh salah jurusan sampe lulus kuliah, terus dibilang "berarti pas SMA dulu mikirnya ga mateng" like wtf bro??? you wanted me to be mature enough at the age of 15-17??? mind you, gue yang sekarang otw 23 aja masih hilang arah 😂😂✌🏻✌🏻
Indonesian backrooms would be an old shopping mall when all the shops are closed and you’re not sure where each alley leads to. it’s not GI or any modern-looking mall. think pasar senen, thamrin city
Nah, berarti sudah clear ya.
Kalau nanti ada gimmick model Bahlil seperti itu lagi dan masih banyak yang kena juga, berarti pendidikan politik kita memang sudah no hope 🥲
Hindia was right
"Berapa harga sila ketiga? Terakhir kudengar hanya berlaku 'tuk mereka yang tak menyukai sesama"
Padahal Pancasila berlaku untuk semua warga negara Indonesia, tanpa memandang ras, agama, suku, seksualitas