27 April 2026: 16 perempuan tewas di gerbong KRL Bekasi Timur.
28 April: Presiden turun langsung ke RS, umuman di depan kamera: Rp 4 triliun untuk perbaiki 1.800 perlintasan kereta.
Juni 2026 di rapat DPR ,
Kemenkeu:
"Sampai sekarang saya belum terima masukan yang jelas dari Perhubungan."
Perhubungan:
"Sudah kirim ke BAPPENAS dan Kemenkeu."
Kemenkeu: "Kalau kata staf saya, untuk tahun depan. Belum bisa jawab sekarang."
Rp 4 triliun diumumkan di depan kamera dalam 24 jam.
Tapi 2 bulan kemudian antar-kementerian masih saling lempar "belum terima".
16 nyawa menunggu janji itu jadi kenyataan. Atau minimal jadi dokumen.
Prediksi skor final Pinal Dunia kalo Argentina ketemu Portugal menurut Grind Ball, yaitu 15-3 untuk Argentina KWKWKWKWKW 😭😭😭😭😂😂😂
Wancoy: Kalo final Portugal vs Argentina gua Portugal.
Rico: Deal! lu far?
Gofar: Argentina 15-3.
Rico: Busetttt
Wancoy: Final dulll.
Gofar: Emang nape?
Rico: Kaya badminton
Wancoy: Banyak banget GILAK😂
Setiap pemain Manchester City diberikan kesempatan bertanya satu kali ke Pep Guardiola tapi tidak boleh pertanyaan yang biasa saja,
Bernardo Silva bertanya, Pep berbicara dengan siapa di momen ini? 😹😹😹
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara
MAKLUMAT KIM JONG UN
Kim Jong Un Kuwait berkata begini
"Jika Donald Trump melawan Iran hari ini, itu karena dia yakin negara itu tidak bisa melawannya. Itu sebabnya dia tidak berani memprovokasi negara saya, Korea Utara, Tiongkok, atau Rusia, karena dia tahu betul kekuatan dan rudal kami.
Kita mampu membuat seluruh Amerika Serikat lenyap hanya dengan satu rudal. Dia mencari konflik dengan negara-negara yang dia yakini tidak mampu merespons.
Namun jika Iran benar-benar menginginkannya, mereka bisa membombardir sebagian besar wilayah Amerika. Sederhananya, mereka takut menyebabkan kematian sejumlah besar warga sipil Amerika.” 😎🙆♀️😃
Ancaman tidak membuktikan kekuatan. Kehebatan suatu negara sebenarnya terlihat pada perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia.
Mau tahu kenapa petugas-petugas yang di video itu kelihatan malu sambil nutup muka?
Karena bapaknya said the magic words: “Saya juga punya relasi di Polres.”
Kalau yang ngomong cuma warga biasa yang nggak kenal siapa-siapa, yang ada BAP bukannya dirobek, tapi malah bisa nambah pasal UU ITE plus dianggap mengancam petugas.
😏