Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Jutaan guru kami hidup dalam keadaan karir yang terancam di tahun ini. Bahkan ada yang gaji sebulan 50 ribu.
Dan MBG, dibangun diatas guru guru kami yang dimiskinkan paksa oleh pemerintah. Untuk memperkaya para elit korup, 1 miliar perhari
Hitunglah 1 M per hari.
Program ini sudah jalan dari 6 januari 2025.
Berarti ada sekitar 513-514 hari
Berarti yang ditilep, 514 M COKKKKK
Dan ini dari palakan doang, kalau misal dia terbukti main pengadaan barang mungkin lebih sinting lagi aokwowkowokw.
514 M itu bisa buat apa guys??
Coba bayangin kalau itu buat kesejahteraan guru dan dosen.
Dadan oh dadan