Bibir kering bikin nggak pede? 🥹 Aku lagi coba lip balm ini dan nyaman banget dipakai sehari-hari 💚
✨ Cocok buat yang bibir gampang pecah-pecah! 🛒
Link : https://t.co/guWPGlKaAd
#lipbalm#racunshopee#shopeeaffiliate#himalayalipbalm”
From the very beginning, V has been jk’s biggest supporter, cheering for him, believing in him, and praising every little thing he does. He sees jk’s talent like no one else can, and never misses a chance to tell the world how proud he is. The love he has for his jk is deep, constant, and unconditional. Through every stage, every song, and every moment, V’s eyes speak pride, admiration, and endless affection. Jk is truly blessed to have a partner who loves him this purely, treasures him this deeply, and stands by him through everything.
They are each other's support system
Taekook ♥️
Anak tetanggaku nggak ikut les apapun.
Nggak les matematika. Nggak les Inggris.
Nggak les coding. Umur 10 tahun.
Sepulang sekolah main.
Ibu-ibu komplek sudah lama geleng-geleng.
Di grup WhatsApp komplek, topiknya selalu sama. Anakku baru mulai les piano. Anakku ranking 1 lagi, Alhamdulillah. Anakku ikut olimpiade sains minggu depan. Ibunya si anak itu diam saja. Nggak pernah posting apapun.
Arisan komplek bulan lalu.
Seorang ibu nyeletuk langsung ke dia:
Nggak khawatir?
Anak sekarang kalau nggak diasah dari kecil,
nanti ketinggalan.
Ibunya senyum. Di asah kok. Tapi caranya beda. Di asah gimana? Les apa? Bukan les. Aku ajak dia ngobrol setiap malam. Beberapa ibu saling pandang.
Ngobrol doang? Iya. Tentang apapun yang dia mau ceritain hari itu. Aku nggak boleh pegang HP waktu dia ngobrol. Aturannya cuma itu. Ruangan mulai senyap.
Terus anaknya nggak ketinggalan pelajaran? Kemarin gurunya nelpon. Semua menunggu. Pasti ada masalah, pikir mereka.
Gurunya bilang, anakku satu-satunya murid yang kalau ada teman kesulitan dia yang pertama nawarin bantuan. Bukan karena disuruh. Tapi karena dia mau. Gurunya bilang itu langka sekarang. Satu meja. Senyap.
Ibu yang tadi nanya anaknya ikut 4 les sekaligus. Senin matematika. Rabu Inggris. Jumat coding. Sabtu piano. Minggu lalu anaknya nangis di mobil sepulang les. Bilang capek. Bilang nggak mau sekolah lagi. Dia nggak cerita itu di grup.
Yang paling membekas adalah ini. Aku tanya ke ibunya setelah arisan bubar: Bu, nggak takut anak ibu nggak bisa bersaing nanti?
Dia jawab pelan: Aku lebih takut anakku bisa bersaing — tapi nggak tahu caranya berteman. Bisa juara — tapi nggak tahu caranya mendengarkan orang lain. Pintar — tapi kesepian. Itu yang aku takuti. Bukan nilai rapornya.
Aku pulang arisan. Anakku lagi hafalan perkalian untuk persiapan les besok. Aku tanya: Hari ini gimana, Nak? Dia jawab nggak sambil liat aku. Fokus ke buku. Aku nggak ingat kapan terakhir kali dia cerita sesuatu ke aku dengan mata berbinar.
Ibu itu nggak anti les. Nggak anti prestasi. Dia cuma nggak mau anaknya tumbuh jadi orang yang bisa segalanya - tapi nggak punya siapapun untuk diajak berbagi. Dan malam itu aku sadar - aku sibuk membentuk anakku jadi juara. Tapi lupa nanya: juara di mata siapa?
cc:threadlilydes2026
BOIKOT UGM?!!!
Sore ini liat penerjunan KKN UGM di Grha Sabha Pramana lewat Instagram. Ribuan mahasiswa akhirnya resmi dilepas buat pengabdian ke masyarakat.
Hal ini juga nunjukin kalau UGM beneran jalanin pengabdiannya. Kemarin pas diajak terbang ke Papua sama pak menteri, kami nolak karena menurut kami buat apa jalan bareng perusak ekosistem. Buktinya hari ini tetep ada ratusan mahasiswa UGM yang berangkat KKN ke Papua murni buat masyarakat.
Buat gue pribadi, hari ini cukup menyedihkan. Gue udah nyiapin KKN ini dari September 2025. Prosesnya panjang; mulai dari nyari tim, ditolak, ada temen yang mundur, bikin konsep, latihan presentasi, sampai sempet gagal. Pas akhirnya dapet lokasi di Maluku dan mulai nyusun proker, rasanya seneng banget akan belajar 50 hari di sana.
Harusnya hari ini gue ikut berangkat. Tapi ternyata kondisinya belum memungkinkan gue buat jalan bareng temen-temen ke Maluku. Ya mau gimana, emang belum rejeki.
Buat 30 temen tim gue, hati-hati di jalan ya. Semoga perjalanan ke Maluku lancar dan aman. Titip salam buat warga Maluku Tengah di sana. Nanti kalau ada waktu yang pas, gue pasti bakal main ke sana.
Gue bangga punya rekan kerja dan diskusi dengan kawan NB ‘26.
foto ketiga tuh lucu bgt jir kayak "is he deadass?" saking ngaconya contoh yang dikasih narasumbernya, tf u said anak ke sekolah naik perahu belum makan jadi lapar butuh mbg, BENERIN dulu akses ke sekolahnya lil bro, gitu aja gak nyampe, baca skala prioritas aja gagal😭
Si cewek sampai MELOTOT pas denger statement bapak ini. Bahkan sempat nengok ke MC kayak mau memastikan, “Ini… serius dia bilang MBG lebih penting daripada infrastruktur daerah? 😭
sumpah gue lucu bgt sama muka adek ini, ekspresif bgt shock nya
"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya"
"memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?"
duarrr 🔥
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.