Ada satu kalimat dari seorang psikiater yang menurutku sangat membekas:
"Kalau kamu masih bisa terlihat baik-baik saja di depan orang lain, bukan berarti bebanmu ringan. Mungkin kamu memang masih mampu menjalaninya. Tapi hanya karena kamu berhasil memikulnya dengan baik, bukan berarti beban itu tidak berat."
Pernah mengalami psikosomatis?
Rasanya tubuh seperti sedang tidak baik-baik saja. Badan terasa sakit, jantung berdebar, kepala pusing, perut mual, dada terasa tidak nyaman.
Tapi ketika diperiksa, hasilnya justru normal.
Bukan berarti rasa sakitnya dibuat-buat.
Karena terkadang, pikiran dan emosi yang terlalu lama dipendam bisa memengaruhi tubuh secara nyata.
Menurut psikologi
Kalau seseorang tiba-tiba kehilangan motivasi, maunya tidur terus, sudah tidak lagi menikmati hal-hal yang dulu disukai, merasa kehilangan semangat, jadi lebih sensitif, mudah tersulut emosi oleh hal-hal kecil, mulai mengabaikan diri sendiri, pola makan berantakan, dan tidurnya tidak teratur...
Belum tentu itu karena dia malas.
Bisa jadi tubuh dan pikirannya sedang mengalami burnout, kelelahan mental yang membuat semuanya terasa berat. Bahkan, ada seseorang yang sampai merasa asing dengan dirinya sendiri.
Coba deh lo perhatiin ...entah di tempat kerja, entah dimana aja... yang namamya orang baik sering kesepian, orang toxic punya banyak temen. Percaya gak?
Kalau gua sih percaya.
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.