แ
แ แ
แ
Kami beramai mengencingi rumah penyembah para berhala dengan ๐ฟอ๐อ๐ผอ ๐ฟอ๐ผอ๐อ ๐ผอ๐อ๐อ ๐อ๐ผอ๐อ๐ผอ ๐อ๐อ๐ผอ๐อ๐อ ๐อ๐ผอ๐อ๐ผอ๐ membacakan tiga belas mantra yang telah kami curi beritanya dari akhirat.
แ
แ แ
@kastubamani ๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ"Jadi, ada urusan apa?" Lanjutnya kembali dengan nada yang dingin. @kastubamani seakan memancing hubungan keduanya. Seakan sengaja mendekatkan diri dengan Angga, apapun caranya.
๏ธ๏ธ ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ ๐อ๐ธอ๐ อ๐อ๐อ๐อ๐ฝอ๐อ๐พอ๐ดอ๐อ ๐อ๐ อ๐ดอ๐อ๐บอ ๐ทอ๐ธอ๐อ๐ดอ๐อ๐ด
Adu rayu @suarsudira bersama @kastubamani dalam puja doa pun dosa. Sebab mereka bukan ciptaan Tuhan yang nirmala. Hanya tubuh hina selagi lainnya bersandiwara.
๏ธ๏ธ ๏ธ
๏ธ
@kastubamani ๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธSegera Angga duduk pada salah satu sofa dekat dengan jendela. Tanpa permisi, kembali ia memperhatikan penampilan si aneh dari ujung kaki hingga ujung kepala. Seperti melihat orang lain malam ini.
๏ธ๏ธ ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ'๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ.'
Tawa menggelegar ketika kalimat bisikkan sampai di telinga milik Angga. Bikin bergidik tak habis pikir. Kembali pada asumsi awal. Sepertinya benar, ia akan dibunuh saat kini oleh @kastubamani.
๏ธ๏ธ ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ ๏ธ๏ธ
๏ธ'๐๐ข๐ฎ๐ข๐ณ ๐ฏ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ณ 411, ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฑ๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ญ ๐๐ฐ๐ฏ๐ข ๐๐ข๐ณ๐ข๐ด'. Ujar seorang wanita bergincu merah menyala penunggu lobi. Tersenyum malu-malu setelah mengucapkan nama ๐ด๐ช ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฉ itu.
๏ธ๏ธ ๏ธ