Kematian YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menjadi tragedi kemanusiaan yang menyita perhatian publik.
Anak tersebut diduga meng*khiri hidupnya karena putus asa menghadapi kondisi ekonomi keluarga. Permintaan sederhana untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp10.000 tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi ibunya, MGT (47), seorang janda yang bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima anak.
Surat tulisan tangan itu menjadi saksi bisu tentang beratnya hidup yang harus ditanggung seorang anak berusia sepuluh tahun.
YBS, siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, menulis pesan perpisahan untuk ibunya, setelah keinginannya membeli buku dan pena tak bisa terpenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Kunjungi https://t.co/Ap3K2PUehD atau hotline Kementerian Kesehatan di 119 (ext 8) untuk mendapat pertolongan.
` #Ngada #Peristiwa #voice