Mungkin Acerbi bisa memilih akhir jalan karier seperti banyak pemain bola lainnya, yaitu kembali ke klub masa mudanya yang ga sebagus klub tempatnya mencapai puncak karier. Di sana dia bisa berbagi pengalaman kepada para pemain yang nda/belum seberuntung dia. Ya kaya Neymar pulang ke Santos dan Di Maria pulang ke Benfica.
Salah satu pemain kalcer era skr emang si Marcus Thuram ini
Favoritku saat dia liburan di Los Angeles terus sepedaan sore-sore dg jersey Inter Milan era 2005/06 dg nameset Adriano.
Sbg yg suka sepedaan jg, momen menunggu senja sepedaan, bersenda gurau sm keluarga atau temen2 adl salah satu momen terbaik dalam hidup.
Thuram sendiri mengakui kl Adriano sebagai inspirasinya utk bermain sbg striker.
Moga kariermu bisa panjang di top level yaps!
Avatar Kyoshi's extremely violent acts during her 230 years as the Avatar:
(Sourced from the light novels the rise of Kyoshi and the shadow of Kyoshi)
1. Avatar Kyoshi was once engaging in battle with a bandit leader called Xu Ping. After a while, Avatar Kyoshi entered the Avatar state, grabbed Xu Ping, flew to the sky, and dropped Xu Ping to his death while watching as if she had just killed a mere ant.
2. Avatar Kyoshi once had a friend named Yun who was thought to be the Avatar before eventually finding out that she's the actual Avatar. After Yun became corrupted by a spirit and went on a vengeful killing spree, Kyoshi froze the blood and water in his lungs and heart to stop him instantly.
3. Avatar Kyoshi caused a massive scene at a high society tea party because she was using her immense power to intimidate the earth's kingdom royalty. She let bystanders get caught in the crossfire of her bending just to send a message that "The Avatar is coming for her enemies."
4. Avatar Kyoshi could use her war fans to bend glass ( a unique sub-bending), which she eventually used in a fight to create a literal whirlwind of sharp shards to shred her opponent's defenses.
Although Avatar Kyoshi was violent, she wasn't an evil or a bad person. she believed that mercy to the wicked is cruelty to the innocent.
What's the most violent act on this list?
There is no official announcement yet, so it’s not too late. I’m calling on all Asuka Iyo Sky and Kairi Sane fans who see this post: support this tag #WeWantKairisane and push it into the trending list. Kairi Sane is our princess, we owe her this. Remember the hashtag that was opened for R-Truth and what it achieved.
Tim idolaku kebobolan 3 tapi masih menang. Tim idola you yang katanya jago itu gimana? Wah, kebobolan 3 juga? Menang juga? Ga? Seri? Ga juga? Tapi bikin gol? Ga juga.
Yah, namanya main bola. Menang, seri, kalah datang bergantian. Yang penting akur dan masih didukung suporter. Oh, ga juga ya?
Kalau ada satu laga badminton yang harus ditonton dalam hidup ini, maka salah satu pilihan yang paling layak adalah duel Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Xu Chen/Ma Jin di final Kejuaraan Dunia 2013.
Saat itu, Tontowi/Liliyana tertinggal 18-20 di gim ketiga. Suasana arena di Guangzhou sudah gegap gempita. Penonton tentu saja bersiap menyambut keberhasilan Xu/Ma juara dunia.
Dalam pikiran Tontowi saat itu, doa sang ayah di Tanah Suci Mekkah sepertinya tidak akan kembali terwujud.
Sedikit mundur ke belakang, saat Tontowi mulai merantau ke Tangerang, sang Ibu menitipkan pesan pada Tontowi. Pesan itu diucapkan sang ibu disertai harapan agar Tontowi benar-benar sungguh-sungguh setelah memutuskan karier sebagai pemain badminton.
"Wi, ingat, bapak itu dulu di Mekkah, tiap malam selalu mendoakan kamu jadi juara dunia."
Begitu pesan sang Ibu. Makanya ketika skor menunjukkan angka 18-20, sempat terbersit di pikiran Tontowi bahwa mungkin saja kali ini doa sang bapak belum waktunya terwujud.
"Tapi kalau bukan sekarang, kapan lagi?"
Tekad itulah yang membuat Tontowi dan juga Liliyana tidak menyerah begitu saja meski mereka di batas garis hidup-mati di laga ini.
Bermain dengan penuh tekanan, permainan berikutnya benar-benar mencekam. Liliyana Natsir sudah ditarik ke belakang. Bola selalu diarahkan ke belakang untu Liliyana.
Kondisi itu jelas tidak menguntungkan karena Liliyana seharusnya ada di area depan net untuk mengatur permainan.
Tontowi terlihat penuh waspada di depan net karena ia tak bisa begitu saja melakukan rotasi dengan Liliyana.
Ada momen ketika smes ke arah Tontowi baru bisa dibalikkan saat shuttlecock benar-benar sudah berada di posisi bawah.
Dalam posisi tertekan itu, Tontowi/Liliyana bisa menyerang balik saat pengembalian Ma Jin terlalu lemah sehingga bisa di-smash langsung oleh Tontowi. Skor berubah jadi 19-20.
Penonton masih bergemuruh. Permainan berikutnya, kembali menegangkan dengan pukulan-pukulan tipis di depan net. Ma Jin yang mengangkat shuttlecock terlalu tinggi langsung dipotong oleh Tontowi. Skor 20-20.
Dalam kondisi 20-20, situasi sudah berbeda. Tontowi/Liliyana makin percaya diri sedangkan Xu Chen/Ma Jin makin tertekan.
Rotasi Xu Chen dan Ma Jin tidak berjalan semestinya. Dorongan shuttlecock yang diarahkan Tontowi ke baseline tidak bisa dikembalikan oleh Ma Jin dengan baik. 21-20 untuk Tontowi/Liliyana.
Suara-suara penonton di arena tidak lagi sebising sebelumnya. Dalam permainan berikutnya, Tontowi/Liliyana hanya butuh empat pukulan untuk memastikan gelar juara dunia.
Niat Xu Chen melakukan drive tak berbuah manis. Bola terlalu datar dan memanjang. Tontowi dan Liliyana sama-sama hanya memandang shuttlecock yang melintas karena yakin shuttlecock jatuh di luar lapangan.
Begitu shuttlecock benar-benar dipastikan jatuh di luar lapangan, keduanya bergelimpangan di lapangan merayakan kemenangan.
Salah satu final kejuaraan dunia yang layak dikenang sepanjang masa.
Setelah pertandingan, Tontowi menelepon sang ayah. Di momen itu, sang ayah memberikan pujian pada Tontowi.
Menurut Tontowi, itu adalah kali pertama sang ayah memberikan pujian saat Tontowi jadi juara. Karena sebelumnya, respons sang ayah lebih sering ke arah candaan.
Tontowi sukses mewujudkan harapan orang tua untuk jadi juara dunia. Dan doa sang ayah yang diucapkan saat Tontowi kecil, hari itu, di Guangzhou, terjawab sudah.
NB: Kalau mau langsung nonton bagian menegangkannya langsung bisa mulai di: 1 jam 15 menit.
T.Ahmad/L.Natsir v Xu C./Ma J.|XD-F| Wang Lao Ji BWF World Champ. 2013 https://t.co/bSu7gfvENj via @YouTube