Anda capek dengan berita MBG...?
Tunggu...! masih ada berita 'menarik' lainnya...
Pemerintah Siapkan Penyaluran 1.000 Rumah Subsidi bagi Karyawan Dapur MBG...
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan menyalurkan 1.000 unit rumah subsidi kepada karyawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur program makan bergizi gratis (MBG)...
Demikian disampaikan Rektor Universitas Pertahanan Jonni Mahroza seusai pertemuannya dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Selasa (22/4/2025) malam...
“Kami juga dapat alokasi untuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sebanyak 1.000 unit rumah, khusus untuk SPPI yang akan mengawaki SPPG di seluruh Indonesia... titik-titiknya nanti akan terbagi empat zonasi yang sudah diatur oleh BP Tapera (Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat),” jelasnya...
Sejahtera karyawan dapur MBG... 🤔
Jangan tanya apa yang didapat guru... 😓
Bangsaaaaatt!!! 😭😭
Level koordinasi antar lembaga dan kementerian di jajarannya si tua bangka delusional itu kok bisa sebobrok ini sihh??
Kirain jumlah kementerian yang gendut secara kuantitas tuh bikin koordinasinya makin ciamik. Gak taunya malah 😭😭😭
Bangsatlah, celeng!
bukan cuma penjahat ham, prabowo memang gak punya kemampuan memimpin.
dia sengaja milih menteri dr org2 yg kek dirinya—oportunis sejati. klo berintegritas, 40an org itu udh resign rame2 dr kmrn2. pemerintahan prabowo ud gabisa dipertanggungjawabkan, gak mungkin selamat.
Kalau kita bedah pake bahasa santai, ini poin-poin tuh begini:
- Bank Diminta Jadi Penyokong Program Prabowo
Pemerintah punya agenda besar kayak Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa, dan 3 Juta Rumah.
Biar program ini jalan, butuh duit kan?
Nah, OJK pengen bank-bank di Indonesia nggak cuma cari cuan sendiri, tapi juga ikut nyalurin kredit ke sektor-sektor itu.
-RBB (Rencana Bisnis Bank) Mau Diutak-atik
OJK lagi nyiapin aturan baru (RPOJK).
Jadi, setiap bank kan punya buku rencana"tiap tahun (RBB).
OJK pengen di buku rencana itu, bank-bank masukin porsi buat dukung program strategis nasional. Istilahnya, arah jalan bank mau diselarasin sama arah kebijakan pemerintah.
Gak Ada Pemaksaan kata nya ya tapi gatau asli
Intinya
OJK lagi bikin Karpet Merah" ewat regulasi supaya perbankan lebih gampang dan semangat dukung program pemerintah (seperti Makan Siang Gratis & Perumahan)
Jadi kalau lu lagi pegang bank himbara
pantau terus ini
soalnya program pemerintah dari dulu
mau sebagus apapun idenya
kagak pernah beres
"Prabowo singgung pejuang Iran keras kepala"
Eh wo @prabowo , Iran itu keras kepala karena menjaga kedaulatan negara mereka dari penjajah. Itu urusan internal mereka.
Beda ma lo, lo anti kritik bukan keras kepala, lo itu budeg dan bodoh !
Emosi aing ajg denger wowo ngomong 😡
Total ada : 21.801 unit
Harga : 56,8 Juta
Total : 1,238 Triliun Rupiah
Kita ambil asumsi rata-rata gaji guru (gabungan honorer dan ASN) di angka Rp4.000.000 per bulan.
Angka 1,238 Triliun itu setara dengan:
- Membayar gaji 309 ribu guru selama satu bulan.
- Atau membiayai 860 guru dari mulai mereka pertama mengajar sampai pensiun (30 tahun).
- Skala Nasional: Di Indonesia, total ada sekitar 149.000 SD. Jadi, uang itu bisa menggaji 20% (seperlima) dari seluruh guru SD di Indonesia secara bersamaan dalam satu bulan.
- Skala Kota: Satu kota besar (seperti Jakarta atau Surabaya) biasanya memiliki sekitar 1.000 hingga 2.000 sekolah. Artinya, uang tersebut bisa menggaji seluruh guru di 15 sampai 20 kota besar sekaligus.
- Barisan Sekolah: Jika 30.957 gedung sekolah SD tersebut dijejerkan berdampingan, barisannya bisa memanjang sekitar 900 kilometer, atau hampir sepanjang Pulau Jawa (dari Jakarta sampai Surabaya).
Uang ada emang udah ada dari dulu
tapi emang guru itu dipandang sebelah mata
pendidikan itu kagak cuan soalnya
susah di tilep walaupun udah bnayka yang di tilep
Breaking News !!!
MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah.
here we go !!!
Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG?
Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG
Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara)
• 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung).
• 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%).
• Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama
ANOMALI FAKTA
🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak:
RENTANG PENGHASILAN :
🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak
🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak
🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi)
Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%).
Empat Temuan Kunci :
🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi,
🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola,
🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi,
Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5)
Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena:
🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa),
🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite,
🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar,
🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua.
Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) :
🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure.
🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat)
🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite
🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah”
Kesimpulan dari Lembaga Porec.
🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?”
🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan.
Sumber :
Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026
https://t.co/rJKkLVY3kq
Link : https://t.co/BlSiWpwFaG
cc :
@dosenkesmas @iPoopBased @gibran_tweet@prabowo
@theyycallmebass Gw masih mewajari boomer yg 50 keatas milih 02 karena keterbatasan pendidikan mereka. Lah ini banyak genZ dan milenial yang S1 ke atas milih 02. KOCAK