1. THE TIN MINE
Gak ada ekspektasi apa-apa, gak tau aktor-aktornya juga. Ternyata biopik ini adalah salah satu film terbaik yg pernah diproduksi GTH. BAGUS BANGET!
2. Companion
Kirain ini lebih ke romance karna judul & tagline-nya begitu. Ternyata tech thriller ini seru banget. I'm rooting for her. Really.
3. The Visit
Kirain akan menyenangkan kayak berkunjung ke rumah nenek pada umumnya. Tapi, makin lama makin aneh makin disturbing makin gila pokoknya.
4. Maharaja
Watched just for the hype, ternyata malah dibuat tercengang-cengang karna saking wow-nya.
Semuanya worth it kok ga cuman #cpns tapi rekrutmen #cpns itu rekrutmen paling jujur dan ga neko" syaratnya, batas umur panjang sampe 35 thn, ga mandang lu anak siapa, smua dites sama, tesnya bisa dipantau live lagi๐ salam dari saya pns dari anak tukang gorengan๐
Ate sbg host udah bikin panas.
Lanjut ke Rizky Ambon dari PoV orang yg beneran ngefans Arap juga asik.
Seneng juga liat Uus standup lagi, roasting pake plesetan khas dia dan bahas anime.
Tapi bagian terbaik di sesi 1 ADILI IDOLA jelas Yuka Theo. Gila bener roasting-nya ๐ฅ
Aku baru mau pertama kali CPNS
Instansi apa yang ga ada SKB TAMBAHAN-NYA?
Hasil akhir test CPNS merupakan penjumlahan:
40% SKD + 60% SKB
SKB bisa terdiri dari :
1. hanya CAT, atau
2. CAT + SKB Tambahan
(CAT = Computer Assisted Test)
Contoh SKB Tambahan:
- Wawancara
- Psikotest
- Test Kesamaptaan
- Test Kerja
Kenapa banyak peserta yg menghindari instansi yg ada test SKB Tambahannya?
Ada beberapa alasan
1. Ada beberapa peserta yang tidak bisa mengeluarkan kemampuan sebenarnya saat berhadapan dengan orang lain (wawancara, psikotest, dll)
2. Untuk menghindari subjektifitas dari penguji atau pihak ketiga.
Karena kalau CAT,
semuanya by computer, dan hasilnya juga transparan.
Pada 2 tabel ini, kami tampilkan detail SKB dari 32 instansi pusat pada CPNS 2024.
Tanda bintang pada akhir nama instansi tertentu menandakan bahwa ada beberapa formasi pada instansi tersebut yg ada SKB tambahannya, namun formasi lain pada instansi tersebut tanpa SKB Tambahan
@mendadaknih Allah, bodo amat sma omongan โin this economy, jgn resign dlu sebelum dpt kerjaan bruโ yg penting gw bsa keluar dri orng2 toxic plus gamau berkembang itu
bener bgt, gw adalah org yg pertama kali naik lift sendirian waktu kuliah (tepatnya pas pkl di rs) awalnya gw bingung dan degdegan krn ga ngerti tombolnya, jd asal lift buka gw ikut aja wkwk
Salah satu jenis konten yang sepele tapi dibutuhin adalah pertama kali nyobain sesuatu
Misal
- Cara naik lift
- Tutorial belajar kopling
- Dimana parkir motor Grand Indonesia
Sadar gak?
Buat sebagian orang, hal-hal โbasicโ itu nggak pernah ada yang ngajarin
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."๏ฟผ
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.๏ฟผ
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.๏ฟผ
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.๏ฟผ
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.๏ฟผ
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.๏ฟผ
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.๏ฟผ
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.๏ฟผ
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.๏ฟผ
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.๏ฟผ
Keisha Alvaro cerita sama radit
ambil project 8 film sekaligus
demi bisa menabung untuk bunda
dan adiknya selama 4 tahun ke depan
karena tahun depan
Keisha berencana kuliah S1 di Kairo
ambil jurusan fikih,
selama kuliah Keisha bakal
vakum dulu di dunia hiburan
sampe dia larang ibunya kerja
karna menurut dia sekarang tugas dia
menjadi tulang punggung pengganti ayahnya
guanlin bilang banyak yang dia pengen sampein tapi intinya dia kangen sm hyungnya.. sedih bgt pas denger dia bilang sebenernya dia punya keinginan buat ikutan lagi, tp buat dia ikut shooting lg tuh rasanya kaya beban๐ญ๐ญ๐ญ ajg sedih bgt pantes PD NANGIS
dari tiba-tiba setan kita belajar : keluarga lbh penting dr harta, ya kl dapet hartanya anggep aja bonus ๐ญ
ngakak bgt nonton kelakuan keluarga ini + 2 pegawai hotelnya, no wonder bisa selucu ini krn isinya komedian smua, POPPY SOVIA lucu bgt jd ibu hamil pls. kudu nonton 10/10!