Jessi barda arkadaşını korumak için biriyle kavga ettiği için sektörden silindi seo yeji çalışanlara kötü davrandığı için artık kimse ona rol vermiyor ama bu sistem sadece kadınlara işliyor birinin ölümşne sebep olmuş pedo biri de olsanız erkekseniz her türlü unutuluyor
Malaysia wants to become a regional hub for AI & data centres. A data centre can use up to 25.5 million tonnes of water annually. This amount can support 300,000 people every single day.
Nothing can replace our freshwater ecosystems once they are destroyed & drained.
kim goeun is actually exactly the face i imagined when reading about ancient korean beauty standards. full cheeks, long eyes, the three whites…was she a princess in her past life?
Hmmm,
Sebenernya daging kurban itu bisa2 aja dijadiin steak, cuman yaa hasilnya bakal mengecewakan banget..
Sapi kurban itu biasanya sapi lokal yg hidupnya aktif, banyak gerak, otot2nya terlatih.
Beda jauh ama sapi Wagyu atau Angus yang hidupnya slow living, dikontrol makannya, dan emg dibikin khusus biar dagingnya lembut. Sapi yag banyak gerak itu ototnya dense, jadi pas dimasak singkat kayak steak, dagingnya susah lunak.
Terus soal potongan.
Steak itu minta bagian spesifik, tenderloin, ribeye, sirloin, bagian yng emang jarang dipakai gerak sama si sapi. Waktu kurban, daging dibagi merata ke semua orang jadi kamu dapet campuran dari berbagai bagian tubuh, dan kebanyakan bukan bagian premium buat steak.
Masalah berikutnya adalah aging.
Steak di restoran itu dagingnya disimpen dulu berhari2 di suhu tertentu spy serat ototnya pelan2 breakdown dan jadi empuk. Daging kurban langsung dibagiin fresh, nggak ada proses itu, jadi struktur seratnya masih kaku.
Terakhir soal lemak.
Yag bikin steak juicy itu marbling, lemak halus yg nyebar di dalam daging. Sapi lokal kurban itu lean, lemaknya dikit, jadi kalau dimasak cepat hasilnya kering dan keras.
Makanya daging kurban itu jauh lebih happy kalau dimasak lama, rendang, semur, gulai.
Semoga terjawab.